/
Sabtu, 14 Oktober 2023 | 14:15 WIB
Ini Kemiripan Jokowi dan Soeharto Menurut Goenawan Mohamad (Ig @jejaksoeharto, @pandemictalks)

Suara Denpasar - Presiden Jokowi disebut punya kemiripan dengan Soeharto di akhir-akhir masa jabatannya sekarang ini.

Muncul di Pilpres 2014, Jokowi hadir sebagai sosok yang populis dan dicintai banyak rakyat usai berhasil mencuri hati rakyat saat memimpin Solo dan Jakarta.

Gaya kepemimpinannya yang unik membuatnya menang sebagai Presiden terpilih ke-7 menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.

Perjalanannya tidak singkat, Pilpres 2019 ia kembali menang dengan mengalahkan Prabowo Subianto, yang juga lawannya di 2014, sebagai petahanan Jokowi berhasil kembali merebut hati rakyat.

Namun, mantan Pimpinan Redaksi Tempo, Goenawan Muhamad mengungkap bahwa dirinya kecewa dengan sosok pemimpin asal Solo itu.

Ia tidak mengelak dan mengakui bahwa dirinya adalah pendukung Jokowi hingga berhasil menang 2 periode.

"Saya tak pernah lupa saya, di umur yang tak lagi muda, berjalan kaki siang hari bersama rombongan pedagang kaki lima pendukung Jokowi, dari Dukuh Atas sampai di depan Istana Merdeka, buat menyambut terpilihnya Jokowi," ucapnya menceritakan, dikutip Suara Denpasar dari Suara.com pada Sabtu, (14/10/2023).

"Saya bangga, sebagaîmana banyak orang, pemerintahan ini tampak akan berakhir dengan gemilang. Negeri aman, ekonomi tumbuh, banyak fasilitas dibangun untuk rakyat," lanjutnya.

Namun, menurut Goenawan di akhir masa jabatan Jokowi sebagai presiden justru malah mirip Soeharto, dengan melakukan beberapa tindakan yang menurutnya hampir sama.

Baca Juga: Dukungan Gibran Cawapres 2024 Meledak di Bali: the Next Jokowi

"Presiden Jokowi sebagaimana saya temukan sedikit demi sedikit-melakukan apa yang dilakukan Suharto: memberi perlakuan istimewa bagi anak-anaknya," ungkapnya.

Eks Pimpinan redaksi Tempo itu menyoroti sosok Gibran, anak Presiden Jokowi yang sekarang tengah menjabat sebagai Wali Kota Solo mengikuti jejak sang ayah.

"Gibran mungkin wali kota yang baik, tapi ia tak tertandingi karena tak pernah ada pertandingan. Ia juara yang tak sejati. Dan lebih buruk lagi, rasa keadilan dilecehkan, aturan yang disepakati dikhianati," terangnya.

Mantan pendukung Jokowi itu mengaku cemas, namun juga tak putus asa dan berharap yang terbaik untuk Indonesia kedepannya.

"Saya cemas. Tapi saya punya harap," pungkasnya. (*/Dinda)

Load More