Suara Denpasar - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin berharap masa tanggap darurat kebakaran di TPA Suwung tidak diperpanjang.
Hal tersebut berarti, 25 Oktober 2023 besok diharapkan menjadi upaya pemadaman terakhir di TPA Suwung dengan catatan ada transisi darurat ke pemulihan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali itu juga melaporkan, terhitung hingga Minggu, 22 Oktober 2023 dimana upaya pemadaman sudah memasuki hari ke-11, upaya tersebut telah mencapai 50 persen sejak dilakukannya pemadaman api di TPA Suwung.
Dilansir dari antaranews, Made Rentin menambahkan, perjuangannya para pihak yang ikut terlibat dalam upaya pemadam TPA Suwung itu juga tidak akan berlangsung terlalu lama lagi.
Sumber bara api TPA Suwung dilaporkan berada di kedalaman 10-15 meter di dalam tumpukan sampah yang menggunung dengan tinggi yang berkisar antara 40-45 meter.
Sebelumnya, masa transisi darurat ke pemulihan akan dilakukan pendinginan, upaya manajemen ulang pengelolaan sampah termasuk memberikan layanan kepada masyarakat yang terdampak kebakan TPA selama ini.
Dalam upaya pemadaman api di TPA Suwung, BPBD dilaporkan menerapkan strategi manajemen asap dengan cara melakukan upaya operasi lapangan.
Hal itu dilakukan dengan membongkar tumpukan sampah menggunakan eksavator dan loder, lalu membuat jalur agar bisa dilewati oleh personel untuk menemukan titik api yang akan disemprot dengan air.
Selain cara di atas, pihaknya menyiapkan tendon air 5.000 liter, lubang dan tempat air di tumpukan-tumpukan sampah dengan bantuan beberapa mobil pemadam kebakaran dari tiga Kabupaten, water cannon Polresta Denpasar, helikopter water bombing milik BNPB dan Raider TNI AD.
Baca Juga: Kebakaran TPA Suwung Belum Usai, Walikota Denpasar Dukung Teknologi Modifikasi Cuaca
Diketahui cara-cara tersebut efektif dalam menangani kebakaran TPA Suwung yang melahap hingga 12 hektar dari total luas TPA Suwung 32 hektar.
Sedangkan luas lahan yang masih terlihat muncul asap berkisar antara 4,5 hingga 5 hektar. Asap itu diyakini bukan karena ada api lagi di permukaan namun, pihak BPBD menduga asap itu berasal dari tumpukan sampah yang lebih dari 40-45 meter.(*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Kebakaran TPA Suwung Belum Usai, Walikota Denpasar Dukung Teknologi Modifikasi Cuaca
-
Kebakaran TPA Suwung Belum Padam, Walikota Denpasar Bercanda Adakan Sayembara Bagi yang Sukses Turunkan Hujan
-
Metode Injeksi Dilakukan Guna Percepat Pemadaman TPA Suwung
-
42 Orang Diungsikan Akibat Kebakaran TPA Suwung Denpasar
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Cara Maksimalkan AI Kamera Samsung Galaxy S26, Hasilkan Foto Malam dan Video Jernih dengan Mudah
-
Purbaya Akan Temui Kepala BGN Bahas Efisiensi Anggaran MBG 2027
-
Apakah Smartwatch Harus Sesuai Merek HP? Ini 9 Tips Memilih Produk yang Tepat
-
Malam Ini! Garuda Pertiwi Hadapi Laos di Final AFF Women's Cup 2026
-
Mengenal Gunung Pickaxe, Lokasi Fasilitas Iran yang Akan Dibom Amerika Serikat
-
Ulasan Novel Kendat, di Balik Konspirasi Kematian Berantai di Kota P
-
Heboh Isu Babinsa Bakal Awasi Wajib Pajak, Begini Penjelasan Tegas TNI AD
-
Purbaya Klaim Hubungan Kemenkeu & BI Solid, Buktikan Lewat 'Tukar Guling' Pejabat
-
iCAR V23 Tawarkan Boxy SUV Bergaya Ikonik, Tampil Beda Tanpa Mengorbankan Efisiensi Energi
-
Aturan Dana Lingkungan Hidup Diubah, Uang Rp22 Triliun untuk Masyarakat Tak Bisa Cair