Suara Denpasar - Kanker serviks adalah salah satu penyakit mematikan yang sayangnya tidak mudah dikenali pada tahap awal. Banyak wanita tidak memiliki pemahaman mendalam mengenai penyakit ini.
Namun, dalam kenyataannya, kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua setelah kanker payudara pada wanita.
Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati posisi sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia. Pada tahun 2014, terdapat lebih dari 92 ribu kematian akibat kanker serviks, yang menyumbang sekitar 10 persen dari keseluruhan kematian wanita di Indonesia pada tahun tersebut.
Lebih mencemaskan lagi, jumlah kasus baru kanker serviks terus bertambah, dengan sekitar 21.000 kasus baru yang terdiagnosis. Dari 40 perempuan yang didiagnosis setiap harinya, sekitar separuh dari mereka berakhir dengan kematian.
Mengingat dampak yang serius dan angka kematian yang tinggi, adalah sangat penting untuk mengenali ciri-ciri kanker serviks, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko tertentu.
Dikutip denpasar.suara.com dari berbagai sumber, Kamis 26 Oktober 2023. Kanker serviks, atau juga dikenal sebagai kanker leher rahim, adalah jenis tumor ganas yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim.
Selain faktor-faktor seperti faktor genetik dan perokok, penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV), yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual.
Meskipun sebagian besar orang mampu menghilangkan virus ini dengan sistem kekebalan tubuh mereka sendiri, pada beberapa individu, virus HPV dapat bertahan selama bertahun-tahun dan akhirnya menyebabkan sel-sel di leher rahim menjadi sel kanker.
Vaksinasi adalah cara yang efektif untuk melindungi diri dari infeksi HPV dan, dalam banyak kasus, kanker serviks dapat disembuhkan jika terdeteksi pada tahap awal.
Baca Juga: Lirik Lagu Kisinan 2 - Masdddho 'Bola Bali Nggo Dolanan' Viral TikTok
Mengenali gejala kanker serviks adalah langkah awal yang penting untuk deteksi dini dan penanganan yang efektif. Ciri-ciri kanker serviks mungkin tidak terlalu jelas pada tahap awal, tetapi perlu dicurigai jika muncul gejala-gejala seperti:
STADIUM AWAL
Kutil di tubuh.
Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Anemia.
Perdarahan di luar siklus menstruasi.
Perdarahan setelah berhubungan seksual.
Perdarahan pasca-menopause.
Nyeri atau ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.
Keputihan dengan bau yang kuat.
Keputihan yang mengandung darah.
Buang air kecil yang lebih sering.
Bercak di urine.
Ciri-ciri kanker serviks pada stadium awal ini bisa menyerupai gejala penyakit lain, oleh karena itu penting untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut jika mengalami gejala-gejala ini.
STADIUM SEDANG
Pendarahan pada vagina di luar periode haid.
Rasa sakit saat berhubungan seksual.
Nyeri panggul.
Pendarahan bercampur keputihan.
Periode haid yang lebih lama dari biasanya.
STADIUM LANJUT
Sakit punggung.
Nyeri pada tulang.
Kelelahan yang tidak dapat dijelaskan.
Keluarnya urin atau tinja dari vagina.
Pembengkakan pada kaki.
Penurunan berat badan yang signifikan.
Tahap lanjut biasanya menggambarkan tingkat perkembangan dan penyebaran kanker.
Angka harapan hidup pasien bergantung pada tingkat kanker saat didiagnosis. Deteksi dini sangat penting untuk memastikan prognosis yang lebih baik.
Untuk diketahui 99,7 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV), yang sering ditularkan melalui hubungan seksual.
Melindungi diri dengan vaksinasi HPV adalah langkah penting dalam pencegahan kanker serviks.
Selain itu, ada faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker serviks, termasuk aktivitas seksual yang dini, memiliki infeksi menular seksual lainnya, sistem kekebalan tubuh yang melemah, dan paparan obat-obatan tertentu selama kehamilan.
Seiring dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, pencegahan kanker serviks juga mencakup vaksinasi, skrining rutin, pengobatan dini, dan perawatan paliatif.
Tes skrining, seperti IVA Test atau Pap Smear, digunakan untuk mendeteksi kanker serviks atau sel prakanker yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Pemeriksaan ini idealnya dikombinasikan dengan tes HPV DNA.
Pemeriksaan lebih lanjut termasuk kolposkopi untuk memeriksa sel yang abnormal, biopsi, dan tes darah lengkap.
Pengobatan kanker serviks bergantung pada tingkat kanker, tetapi biasanya melibatkan pembedahan, kemoterapi, radioterapi, atau pengangkatan rahim.
Meskipun tidak ada gejala kanker serviks yang khusus untuk siklus menstruasi yang tidak teratur, penting untuk selalu memperhatikan perubahan dalam tubuh dan menjalani pemeriksaan rutin. Deteksi dini adalah kunci untuk melawan kanker serviks dan meningkatkan peluang penyembuhan. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
Terkini
-
Data Dukcapil: Penduduk Indonesia Terbanyak Berasal dari Shio Tikus
-
Promo Minyak Goreng di Alfamart Diskon Gede-gedean, Cek Daftar Lengkap Merek Favorit
-
Emil Audero Bikin Jay Idzes Seperti Anak Kemarin Sore di Serie A Italia
-
Warga Depok dan Bekasi Wajib Tahu: Dedi Mulyadi Pangkas Aturan Ribet Bayar Pajak Kendaraan
-
Rismon Sianipar Tantang Roy Suryo Bedah Ijazah Jokowi, Temukan Bukti Forensik Stempel dan Emboss
-
Novel Boulevard of Wedding Dreams: Cara Memaknai Cinta setelah Patah Hati
-
Strategi Menyimpan Uang THR untuk Generasi Sandwich, Anti Boncos Pasca Lebaran
-
Kejari Jakbar Setor Rp530 Miliar Hasil Rampasan Kasus Judi Online ke Kas Negara
-
Indonesia Beli Rudal BrahMos, Barat Ketar-ketir! Bisa Tenggelamkan Kapal Induk dalam Hitungan Detik
-
Wamen HAM Soroti Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus, Minta Polisi Usut Tuntas dan Terbuka