Entertainment / Gosip
Selasa, 28 April 2026 | 20:00 WIB
Habib Jafar sebut korban kecelakaan KRL Bekasi mati syahid [Suara.com/Tiara Rosana]

Suara.com - Kecelakaan kereta yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk Habib Jafar

Dalam unggahan di Instagram, Habib Jafar mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang berkaitan dengan makna perjuangan dalam bekerja. Ia juga mengaitkannya dengan tafsir dari QS. Al Muzammil ayat 20.

"Apakah yang dinilai syahid hanya orang yang wafat di medan perang? Barangsiapa yang bekerja untuk kedua orangtua atau keluarganya, maka dia jihad di jalan Allah..." (Nabi Muhammad)" tulis Habib Jafar melalui unggahannya, Selasa, 28 April 2026.

Ia juga menyematkan doa untuk para korban kecelakaan kereta api tersebut.

"Untuk korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Al-Fatihah," lanjutnya.

Sementara itu, pada riwayat lain Rasulullah SAW juga menyebutkan lima pintu syahid termasuk orang yang gugur di jalan Allah.

Korban kecelakaan kereta seratus persen perempuan

Sejumlah korban kecelakaan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dirawat di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa]

Melansir laman NU Online, berikut riwayat dari Imam Bukhari dan Muslim yang menyebutkan lima pintu mati syahid:

"Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, 'Orang yang mendapat derajat syahid ada lima jenis, yaitu korban meninggal karena wabah tha'un (pes), korban meninggal karena sakit perut, korban tenggelam, korban reruntuhan, dan orang gugur di jalan Allah," (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Update Korban

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan bahwa seluruh korban kecelakaan kereta api yang dievakuasi seratus persen adalah perempuan.

“Seratus persen yang kita evakuasi perempuan” ujarnya.

Lebih lanjut, seluruh korban yang telah evakuasi itu langsung dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditentukan.

Mohammad Syafii juga memastikan bahwa sudah tidak ada lagi korban yang ditemukan saat proses evakuasi.

Namun jika ke depannya kembali ditemukan bagian tubuh korban, Basarnas akan melakukan tindakan sesuai prosedur.

Load More