Suara Denpasar - Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto memberikan respon pedas terkait pencopotan baliho Ganjar-Mahfud serta bendera PDIP jelang kunjungan kerja Jokowi di kawasan Gianyar, Bali.
Hasto menyatakan dicopotnya atribut PDIP serta baliho Ganjar-Mahfud merupakan bentuk dari diskriminasi politik.
Tak hanya itu, Hasto menganggap bahwa hal tersebut telah melukai rasa percaya masyarakat terhadap pemerintah.
"Tetapi terjadi kejadian yang menurut kami tidak perlu dilakukan, karena terjadinya politik diskriminasi," dikutip tim Suara Denpasar dari YouTube KOMPASTV pada Kamis ((2/11/2023).
"Tapi respon dari masyarakat sangat menguatkan kami, bahwa baliho termasuk dari Pak Ganjar, Prof Mahfud yang diturunkan itu mencederai rasa keadilan," sambungnya.
Diketahui, pencopotan baliho Ganjar-Mahfud tersebut terjadi sebelum kunjungan Presiden Jokowi ke kawasan Gianyar, Bali pada Selasa (31/10/2023).
Sebelum reaksi keras dari Hasto Kristiyanto ini muncul, Presiden Jokowi pun sudah memberikan tanggapannya terkait hal ini.
Jokowi menyatakan bahwa yang melatarbelakangi hal tersebut adalah terjadinya miskomunikasi antara pemerintah setempat dengan partai terkait dalam hal ini PDIP.
"Pemindahan beberapa atribut partai-partai itu, mestinya pemerintah kabupaten dan kota serta provinsi minta izin kepada pengurus partai di daerah, berkomunikasi dengan pengurus partai di daerah," ungkap Jokowi.
Baca Juga: Siapkan Rumah Sakit Hijau di IKN, Jokowi: Jangan Lupakan Pasien BPJS
"Jangan sampai nanti terjadi miskomunikasi dan menjadikan semuanya tidak baik," sambungnya.(*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Atribut PDIP Diturunkan Saat Presiden Jokowi Kunjungi Bali? Ini Kata Pj Gubernur
-
Ketua DPC PDIP Solo Beri Gibran Rakabuming Nasihat: Datang Tampak Muka dan Pergi Tampak Punggung!
-
Jadi Caleg PDIP, Thariq Halilintar Posting Kegiatan Main Game Online
-
Gandeng jadi Cawapres, Prabowo Berharap Gibran Tetap di PDIP
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Polisi Selidiki Kasus Begal Viral di Gunung Sahari Meski Korban Belum Melapor
-
Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
-
Jadi Film Terseram 2026, Salmokji Akan Tayang di Bioskop Indonesia
-
Tiket KA Jelang Piala Dunia 2026 Meroket: Dari Rp200 Ribu Jadi Rp1,5 Juta Sekali Jalan
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Kemkomdigi Beberkan 7 Ancaman Digital yang Bisa Rusak Mental Anak: PP Tunas Hadir Untuk Melindungi
-
42 Kode Redeem FF Free Fire Spesial Diskon 16 April 2026, Cek Bocoran MP40 Cobra Rilis Lagi
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
Jeje Govinda Diledek Gara-Gara Baru Wisuda, Amy Qanita Klarifikasi Riwayat Kuliah Menantu
-
Bukti Awal Sudah Kantongi! Polda Metro Jaya Siap Usut Skandal Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI