Suara Denpasar - Bek sayap Persebaya, Catur Pamungkas akhirnya dapat kembali bermain setelah lepas dari sanksi. Sebelumnya Catur mendapat hukuman larangan bermain 5 laga usai melakukan pelanggaran berbahaya kepada Adi Setiawan, pemain Dewa United.
BRI Liga 1 akan kembali dimulai pada Kamis mendatang (23/11/2023) setelah jeda internasional. Persebaya akan bermain pada Minggu (26/11/2023) dalam laga kandang menjamu PSIS Semarang yang berada di peringkat 3 klasemen sementara.
Hadirnya Catur tentunya akan kembali memperkuat pertahanan Persebaya yang selama ini terkesan mudah ditembus. Melansir laman resmi Persebaya, Catur mengungkapkan dirinya siap bermain jika dipercaya oleh pelatih.
“Kondisi saya sudah 100 persen siap untuk bermain, tentunya saya sudah tidak sabar. Laga besok tentunya saya akan membawa tim ini kembali meraih tiga poin ya untuk menatap laga selanjutnya,” ungkap Catur.
Catur kerap menjadi pilihan utama dalam starting line up Persebaya. Selama Catur absen, posisinya sering digantikan Riswan Lauhin. Sementara di laga terakhir, perannya dipegang oleh Kasim Botan.
Catur Pamungkas bisa dibilang merupakan salah satu pemain yang punya kontribusi besar kepada Persebaya.
Sejauh ini, Catur telah menjalani 12 laga bersama Persebaya. Ia berhasil mencatatkan 2 save penting, 26 tackle, 49 interception juga 23 clearance.
Tak hanya punya atribut bertahan yang baik, Catur juga pintar dalam membantu membangun serangan.
Selama paruh musim pertama BRI Liga 1, Catur sudah mengoleksi 2 kartu merah. Mengenai itu, Catur mengaku ia akan menjadikannya pelajaran untuk ke depannya.
Baca Juga: Media Malaysia Sindir Liga 1 Indonesia Karena Wasit Hukum Selebrasi 'Save Gaza'
“Tentunya saya harus lebih disiplin lagi agar tidak merugikan tim. Jadi bahan evaluasi untuk diri sendiri saja. Tetapi untuk laga mendatang saya akan menjaga lini pertahanan dari serangan lawan,” katanya.
Jika diturunkan pada laga melawan PSIS, Catur akan menghadapi gelandang sayap PSIS yang dikenal gesit seperti Gali Freitas dan Taisei Marukawa.
Catur jelas harus berhati-hati menghadapi gelandang sayap PSIS agar tidak melakukan pelanggaran berbahaya seperti sebelumnya. (*/Rizal)
Berita Terkait
-
Diminati Persebaya, Bali United Enggan Lepas Pemain Rp3,04 Milyarnya untuk Bajul Ijo
-
Miliki Market Value Sama dengan Dusan Stevanovic, Begini Peluang Robson Duarte Pemain Liga Korea yang Kabarnya Sudah Done Deal dengan Persebaya
-
Tebus Kesalahan, Bek Persebaya Bakal Lakukan Hal Ini Saat Berhadapan dengan PSIS Semarang
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda