Suara Denpasar - Balapan dramatis terjadi di race utama MotoGP Valencia. Tak hanya karena kemenangan Bagnaia berhasil memastikan gelar juara MotoGP 2023, melainkan juga karena banyaknya insiden yang terjadi.
Tepat setelah race dimulai, Bagnaia yang memulai race di baris terdepan, langsung melesat ke posisi pertama usai melewati tikungan pertama.
Jorge Martin sang penantang terus membaysangi tepat di belakangnya untuk memperbesar peluangnya menjadi juara dunia.
Tidak menunggu waktu lama untuk kedua pembalap ini terlibat insiden. Selepas memasuki lap ke-3, Jorge Martin mencoba merebut posisi pertama dari Bagnaia.
Sayangnya, manuver dari Jorge Martin berhasil digagalkan oleh Pecco Bagnaia hingga keduanya terlibat kontak. Insiden itu membuat posisi Jorge Martin melorot ke posisi 8.
Dalam usahanya memperbaiki posisinya, pembalap tim Prima Pramac Racing tersebut tampil ngotot untuk menyalip pembalap di depannya.
Insiden kembali terjadi untuk Martin, setelah ia mencoba mendahului Marc Marquez. Motor milik Martin menabrak ban belakang motor milik Marc Marquez dan menyebabkan keduanya mesti mengakhiri balapan lebih cepat.
Sementara itu, meski berada di posisi terdepan, Bagnaia tak sepenuhnya aman dari serangan rider lainnya. Terbukti saat terjadi insiden Martin-Marquez, ia disalip oleh Binder. Posisi Bagnaia semakin melorot ke posisi 3 ketika Jack Miller berhasil menyusulnya.
Namun insiden terjadi kembali. Kali ini menimpa Binder yang berada di posisi terdepan ketika ia melebar dan pimpinan race jatuh kepada Jack Miller.
Baca Juga: Razia! 10 Sepeda Motor Brong Diamankan Polsek Gianyar
Drama belum sepenuhnya berhenti di race utama MotoGP Valencia. Pimpinan race, Jack Miller terjatuh ketika balapan menyisakan 8 lap. Posisi terdepan pun diambil alih oleh Bagnaia.
Meski kembali memimpin, di belakang Bagnaia masih ada Johann Zarco yang berjuang mengejar untuk podium utama. Sayangnya justru Di Giannantonio berhasil menyalip Johann Zarco untuk mendapatkan posisi ke-2.
Race berakhir dengan kemenangan Bagnaia di posisi pertama. Posisi ke-2 diambil alih oleh Johann Zarco dan posisi ke-3 ada Binder.
Di Giannantonio harus puas dengan posisi ke-4 setelah mendapatkan hukuman penalti tambahan waktu 3 detik terkait pelanggaran tekanan ban.
Di belakangnya ada Raul Fernandez yang berhasil finish di posisi ke-5.
Kemudian Alex Marquez, Franco Morbidelli, Aleix Espargaro, Luca Marini, dan Maverick Vinales berhasil finish di posisi keenam hingga kesepuluh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
-
Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!
-
Misteri Berdarah di Istana Joseon: Intrik Politik dalam The Red Palace
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Wali Kota Makassar Tegaskan SPMB 2026 Anti Curang, Sistem Canggih dan Transparan
-
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik
-
Biaya Laundry 1 Pakaian Dalam Rudy Mas'ud Rp40 ribu, Warganet Kaget: Sempaknya Titan Kah?
-
OnePlus Ace 6 Ultra Resmi Rilis, Usung Dimensity 9500 dan Baterai Raksasa
-
Modal Cerita Kosong, Mortal Kombat II Bukti Hollywood Salah Arah
-
Sembilan Tahun Sembunyi, Jejak Sang Penipu Mebel Terhenti di Kapas Krampung Surabaya