Suara Denpasar - PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Sanggaran berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Denpasar dan Yayasan Dompet Bali Madani membuka kedai kopi yang diberi nama Difel Cafe. Difel Cafe berlokasi di Jalan Kamboja Nomor 4 Denpasar di Gedung Graha Nawasena.
Menariknya Difel Cafe dikelolah oleh kaum difabel yang sudah dilatih sebelumnya. Mulai dari waitres, barista, kasir semuanya adalah difabel. Ada 9 orang difabel yang mengelolah Difel Cafe tersebut.
Fuel Terminal Manager Sanggaran PT Pertamina Patra Niaga, Adhi Sadewo Broto mengatakan pihaknya yang menyediakan semua peratalan kopi senilai sekitar Rp 140 juta dan juga bahan baku. Gedungnya dihibahkan oleh Pemerintah Kota Denpasar.
Untuk penghasilannya diserahkan seutuhnya kepada kaum difabel yang mengelola Difel Cafe.
“Kami serahkan sepenuhnya kepada komuitas ini (difabel) karena kami hanya menyediakan peralatan dan juga bahan baku, untuk keuntungan sepenuhnya kami serahkan ke teman-teman difabel yang mengelola,” terang Adhi Sudewo di Difel Cafe, Senin, (4/12/2023).
Adhi Sudewo menjelaskan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Sanggaran memilih mendampingi dan mendorong kaum difabel dalam berbisnis karena alasan tanggungjawab sosial. Selain itu membuka lapangan pekerjaan bagi kaum difabel.
Dijelaskan, pendampingan itu tidak hanya sebatas menyiapkan alat dan bahan saja, tetapi sampai pada pemasaran. Pihaknya bersama Dinas Sosial Kota Denpasar dan Yayasan Dompet Bali Madani terus melakukan pendampingan dan pelatihan, salah satu pendampingan yang juga sedang berjalan adalah pelatihan membuat dupa.
”Kami punya kerja sama yang baik dengan Dinas Sosial, ini bukan satu-satunya pelatian untuk difabel tapi juga ada salah satu program semester kami yang melatih teman-teman difabel untuk pembuatan dupa,” sambungnya.
Adhi berharap program pemberdayaan kaum difabel itu dapat dijadikan contoh oleh instansi-instansi lain. Karena kata dia, kaum difabel adalah tanggungjawab sosial bersama.
Baca Juga: Bupati Bangli Resmikan 4 Ruas Jalan, Dorong Pariwisata Kintamani
“Kita dampingi kaum difabel untuk bagaimana mencari, membuka lapangan pekerjaan bagi mereka. Program ini bisa dicontoh bagi teman-teman BUMN yang lain ataupun juga instansi-instansi lain,” harapnya. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
MPR Godok Produk Hukum PPHN, Jadi Guidance Bernegara yang Ditaati Semua Lembaga
-
Dana Transfer ke Daerah Dipangkas, Gus Yasin Pastikan Gaji ASN Jateng Tidak Terkendala
-
Sudah Dapat Tiket Upacara 17 Agustus 2026 di Istana? Simak Aturan Berpakaiannya
-
Tinggalkan Gaya Lama, Pakar Dorong Kapal PPA Segera Dilengkapi Rudal Aster
-
Hair Serum Dipakai Kapan? Ketahui Waktu Terbaik dan Cara Aplikasinya agar Hasil Maksimal
-
Semen Gresik Raih TOP BRAND AWARDS 2026, Bukti Tetap Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia
-
Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar