/
Selasa, 19 Desember 2023 | 08:34 WIB
Bantu Peternak Sapi Potong di Kabupaten Malang, Perlunya Rancangan Penelitian Analisis Pendapatan di Tengah Wabah PMK

Oleh: Ilma Mahdiana*

Membantu peternak sapi potong di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang berdampak pada penjualan hewan ternak dan berpengaruh terhadap pendapatan perekonomian peternak.

Dirasa diperlukan penelitian yang berkaitan dengan analisis dampak wabah PMK terhadap pendapatan peternak sapi potong di wilayah Kabupaten Malang untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pendapatan perternak terkait dengan wabah PMK.

Alasan dipilihnya Kabupaten Malang sebagai lokasi riset oleh penulis tak terlepas dari data wabah PMK di tahun 2022. Diketahui Kabupaten Malang menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang mengalami wabah PMK sangat cepat dan moribiditasnya tinggi namun angka kematiannya rendah.

Ditambah dengan peran Kabupaten Malang sebagai salah satu sentra peternakan sapi potong terbesar di wilayah Jawa Timur.

Berdasarkan data BPS 2022, ada 243 ribu ekor sapi potong dan 86 ribu sapi perah yang tersebah di 33 Kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

Tentu wabah PMK menjadi problem yang harus mendapat perhatian serius karena akan berdampak pada pendapatan peternak dan juga suplai kebutuhan daging untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Penyebaran wabah PMK yang begitu masif di wilayah Kabupaten Malang juga tak terlepas dari kurangnya pemahaman peternak terhadap ciri-ciri penyakit ternak termasuk PMK.

Hal tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi pemangku kebijakan terkait karena komoditas sapi potong menjadi salah satu unit usaha yang memberi sumbangsih besar kepada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang karena tergolong dalam usaha bersifat keluarga.

Baca Juga: Puluhan Sapi di Satu Dusun di Karangasem Terjangkit PMK, Pemerintah Cuek, Warga Bingung

Bantuan yang perlu diberikan pemerintah kepada peternak antara lain bantuan fasilitas peralatan peternakan, kredit penggemukan sapi, penerapan sistem kontrak lewat pengembangan sapi potong, dan penyuluhan peternakan.

Tetapi bantuan tersebut juga belum sepenuhnya bisa menutupi anggaran yang dikeluarkan peternak terutama saat wabah PMK seperti saat ini.

Dimana ada dua pembiayaan rutin yang dilakukan oleh perternak sapi potong yakni pengeluaran biaya tetap dan biaya variable. Biaya tetap meliputi penyusutan kandang, penyusutan peralatan, pajak, listrik, dan air.

Sementara biaya variable meliputi pembelian bakalan, pakan, obat, antibiotik, vitamin B kompleks, tenaga kerja harian yang semuanya bersumber dari pendapatan peternak dari penjualan sapi potong mereka dan penjualan kotoran sebagai pupuk.

Tentu ini menjadi permasalahan yang serius jika pendapatan peternak berkurang karena adanya wabah PMK.

Tidak adanya keseimbangan antara pendapatan dengan biaya operasional rutinan yang dikeluarkan peternak. Masalah tersebut dapat mengancam usaha peternak sapi potong yang bisa saja gulung tikar jika tidak menangani masalah PMK dengan baik.

Load More