Depok.suara.com, Temuan paket sembako diduga Bansos yang ditemukan ditimbun di Jalan Tugu Raya, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya Depok diduga bukan milik Kementrian Sosial.
Inspektur Jenderal (Dirjen) Kemensos RI, Dadang Iskandar mengatakan bahwa setelah dilakukan pengecekan di lokasi kejadian, sejumlah paket sembako yang ditimbun tersebut ternyata bukan dari Kemensos.
"Tadi sudah kita cek di lokasi sisa karung beras ukuran 25 kg beras kemasan sama. Tapi tidak ada tulisan bantuan Presiden Melalui Kementerian Sosial. Sehingga kita duga bansos yang ditimbun bukan milik Kemensos RI," ujarnya di KSU, Tirtajaya, Sukmajaya.
Lebih lanjut Dadang Iskandar mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi kejadian seperti ini dengan membuat logo khusus di kemasan bantuan presiden yang disalurkan melalui Kemensos. Tujuannya agar tidak disalahgunakan pihak tertentu.
“Seinget saya jaman Mentri Pak Juliari kita sudah minta pada Bulog barang yang disalurkan pada masyarakat oleh Kemensos. Itu ada berlabel bantuan presiden melalui Kemensos, itu cirinya," katanya.
Selain itu, lanjutnya, untuk mengantisipasi kalau terjadi sesuatu hal kepada bantuan itu jelas bahwa ini memang bersumber dari Kemensos, tidak disalahgunakan pihak tertentu.
Nah, untuk temuan di Depok tidak ada label dikarung yang bertuliskan Kemensos atau Bantuan Presiden,
"Dugaan bahwa beras tersebut bukan dari Kemensos diperkuat lantaran Bulog tidak pernah bekerjasama dengan JNE," katanya.
Dadang menyebut, kerjasama yang dilakukan Bulog adalah dengan pihak SSI. Namun dia juga mengaku tidak tahu apakah kemudian pihak SSI memerintahkan JNE untuk penyaluran atau tidak.
Baca Juga: Kominfo Akan Teliti Lagi Aplikasi Judi Online yang Sudah Daftar PSE
“Pada saat penyaluran juga ini kan melalui Bulog kita tidak melakukan kerjasama dengan JNE. Bulog kerjasamanya dengan SSI, tapi mungkin SSI menyuruh lagi pada JNE. Nah itu kita tidak paham. Artinya untuk penyaluran ini diduga bukan barang Kemensos,”katanya.
Hingga saat ini lokasi penemuan dugaan bansos dipendam di lahan kosong KSU Tirtajaya Sukmajaya masih digaris polisi.
Tag
Berita Terkait
-
Beras Tidak Berstiker Bansos Presiden, Kemensos Ragukan Asal Paket Bansos yang Dikubur di Depok
-
Tim Kemensos Temukan Bansos yang Dikubur di Lahan Parkir JNE Bukan Hanya Beras
-
Kemenhub Gratiskan Biaya Landing Hingga Parkir Pesawat di Unit Penyelenggara Bandar Udara
-
Sengaja Kubur 3.675 Kg Beras Bansos Jokowi, JNE Berdalih Kondisinya Kebasahan Kena Hujan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Jejak Mentereng Kasatgas Pangan Brigjen Ade Safri, Ungkap 4 Kasus Besar Sepanjang Februari
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter