Depok.suara.com, Akibat ramainya pemberitaan tentang adanya paket sembako yang diduga Bansos dan tertimbun disebuah lahan kosong di wilayah Tirtajaya Kecamatan Sukmajaya Depok, akhirnya Satgas Pangan Mabes Polri turun kelapangan.
Satuan tugas (satgas) Pangan Mabes Polri mendatangi lokasi timbunan beras yang disebut berasal dari bantuan sosial Presiden. Pengecekan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat
“Ini baru kita cek dulu karena informasi dari masyarakat kan. Kita cek dulu apakah ada di lapangan,” kata Kanit III Subdit I INDAG Dittipideksus Bareskrim Polri Kompol Samian, Selasa (2/8).
Sejauh ini pihaknya belum ada temuan berarti. Karena pihaknya baru mengambil keterangan.
“Belum belum (temuan), baru akan ambil keterangan,” katanya.
Lebih lanjut Kompol Samian mengatakan, pihaknya baru saja mendatangi lokasi untuk pengecekan.
“Ini kita baru langkah awal baru cek lokasi,” tambahnya.
Sementara itu, Inspektur Jenderal (Dirjen) Kemensos RI, Dadang Iskandar mengatakan bahwa setelah dilakukan pengecekan di lokasi kejadian penimbunan bantuan sosial berkembang kabar berasal dari Kemensos ternyata bukan.
"Tadi sudah kita cek di lokasi sisa karung beras ukuran 25 kg beras kemasan sama. Tapi tidak ada tulisan bantuan Presiden Melalui Kementerian Sosial. Sehingga kita duga bansos yang ditimbun bukan milik Kemensos RI," katanya.
Baca Juga: Bertambah 5.827 Kasus, Positif Covid-19 Indonesia Jadi 6,22 Juta Orang
Dugaan bahwa beras tersebut bukan dari Kemensos diperkuat lantaran Bulog tidak pernah bekerjasama dengan JNE.
Dadang menyebut, kerjasama yang dilakukan Bulog adalah dengan pihak SSI. Namun dia juga mengaku tidak tahu apakah kemudian pihak SSI memerintahkan JNE untuk penyaluran atau tidak.
“Pada saat penyaluran juga ini kan melalui Bulog kita tidak melakukan kerjasama dengan JNE. Bulog kerjasamanya dengan SSI, tapi mungkin SSI menyuruh lagi pada JNE. Nah itu kita tidak paham. Artinya untuk penyaluran ini diduga bukan barang Kemensos,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Pemerintah Buka 30 Ribu Loker Manajer Koperasi Merah Putih, Berapa Gajinya?
-
Terungkap Alasan Harga Mobil Baru di Indonesia Jauh Lebih Mahal dari Negara Tetangga
-
Gunung Marapi Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1,6 Km, Status Masih Waspada
-
Surat Cinta untuk Luka Masa Muda: Mengapa 'Call Me By Your Name' Tetap Membekas?
-
5 Sepatu Lari Terbaik, Ringan dengan Bantalan Super Empuk: Langkah Jadi Efisien
-
Cerita Edu-Ekowisata Lembur Mangrove Patikang, Saat Warga Jaga Alam Sekaligus Buka Peluang Ekonomi
-
WFH Jadi Lebih Nyaman! PLN Obral Diskon Tambah Daya 50 Persen, Cek Cara Dapatnya
-
Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum
-
BRI Hadirkan "ROOM ART FAIR" dengan Fasilitas Cicilan 0% di 25hours Hotel
-
Dukung Wellness Tourism, Kara Hadirkan Kebaikan Kelapa di BaliSpirit Festival 2026