Depok.suara.com, Antusias warga khususnya Kota Depok untuk menikmati fasilitas jembatan apung yang ada di kawasan situ Rawa Kalong Cimanggis nampaknya harus tertahan lantaran masih kendala.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum kepada wartawan mengatakan, untuk penggunaan fasilitas tersebut semua dilakukan secara bertahap dan Pemerintah Kota Depok serta Propinsi Jawa Barat saat ini masih dipersiapkan
“Semuanya bertahap, yang jelas masih dalam pemeliharaan,” ucapnya saat menghadiri pembukaan Program Wirausaha di Kota Depok.
Untuk itu, kata Wagub, dirinya meminta agar masyarakat tidak berfikir negatif kepada pemerintah terkait penutupan akses masuk ke fasilitas yang ada di Situ Rawa Kalong tersebut.
Pokoknya masyarakat jangan negatif terhadap pemerintah, seluruh kegiatan dan keputusan pemerintah demi kemaslahatan umat dan demi kemaslahatan masyarakat.
"Kami meminta kepada masyarakat apapun keputusan yang dibuat oleh pemerintah agar ditafsirkan dengan positif,"katanya.
"Bukan berarti tidak akan dihibahkan, tetapi ada tahapan lain yang masih dalam proses. Nanti kalau semuanya sudah selesai pasti akan dibuka," sambungnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata Situ Rawa Kalong Nurdin mengatakan itu terkait ramainya pemberitaan jembatan apung yang disegel.
"Itu bukan disegel hanya saja belum dibuka, kami menunggu penyerahan dari pihak Propinsi Jawa Barat,"katanya.
Baca Juga: Sekolah di Bandar Lampung Diperbolehkan Gelar Upacara HUT ke-77 RI dengan Terapkan Prokes
Nurdin mengatakan panggung apung tersebut memang belum dibuka untuk umum. Sebab, saat ini tengah menunggu hibah dari pemerintah provinsi (pemprov) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkait pengelolaan Situ Rawa Kalong.
"Ini kan kemarin waktu kunjungan Gubernur itu kan baru peresmian. Nah terus untuk hibahnya belum, masih dalam proses. Karena kan itu kan yang bangun Jawa Barat tuh seluruhnya. Makanya nanti akan ada proses administrasi hibah terkait sarana prasarana tersebut. Nanti setelah diserahkan ke Depok, dikelola oleh Depok, nanti baru tuh," katanya.
Nurdin juga khawatir panggung apung tersebut dibuka saat ini. Dia tak ingin fasilitas tersebut rusak saat belum ada proses hibah dari Pemprov Jabar ke Pemkot Depok.
"Karena kalau dibuka sekarang, nanti belum dihibahin, udah pada rusak," katanya.
Nurdin menyebut telah banyak warga yang datang ingin mengakses panggung apung tersebut. Dia sudah menjelaskan kepada warga soal belum dibukanya panggung apung tersebut.
"Wah malah tambah banyak, terus mau masuk area itu dikunci gitu kan. Ya kayak gini, saya banyak ngejelasin juga itu danau masih tahap pengamanan karena asetnya belum diserahterimakan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Denny Sumargo Konfirmasi Yai Mim Meninggal Dunia, Sebut Berpulang Saat Ditahan
-
Sekjen ATSI Merza Fachys: Operator Siap Laksanakan Registrasi SIM Biometrik, Tapi...
-
Anwar BAB Sempat Merasa Janggal Sebelum Boiyen Menikah dengan Rully Anggi Akbar
-
Beda Kelas! Saat Steven Wongso Jadikan Obesitas Bahan Hinaan, Ade Rai Justru Bongkar Bahayanya
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Bisnis Kebencian: Resbob Dituntut 2,6 Tahun Penjara Usai 'Jual' Isu SARA Demi Saweran
-
Shindy Samuel Minta Maaf ke Rendy usai Ditalak, Akui Tak Bisa Penuhi Nafkah Batin
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi
-
Polisi Ungkap Peran Tersangka Kasus Injak Al-Qur'an: Ada yang Memerintah, Ada yang Melakukan