Depok.suara.com - Tindakan Irjen Ferdy Sambo yang menginstruksikan menembak Brigadir J sepertinya telah membuat masyarakat kecewa kepada institusi kepolisian.
Hal ini terlihat dalam video yang baru-baru ini viral di media sosial di mana memperlihatkan barisan polisi yang mengikuti karnaval kemerdekaan
Video tersebut diunggah oleh akun @virgo951 pada Kamis (14/8/2022) lalu. Pada video tersebut, akun @virgo951 memperlihatkan adanya karnaval kemerdekaan di lingkungannya.
Awalnya, barisan karnaval dimulai dengan anggota TNI yang mengawal paskibraka. Setelah barisan barisan TNI lewat, para warga ikut memeriahkan suasana dengan berteriak kencang.
Selanjutnya, barisan disusul oleh para anggota kepolisian. Sama seperti para tentara, para anggota Polri itu juga memakai pakaian atribut lengkap seperti sedang berdinas.
Namun, yang membuat berbeda adalah teriakkan para warga yang menontonnya. Saat para polisi lewat, para warga langsung meneriakinnya dengan sebutan 'Sambo'.
Adapun, sorakan tersebut merujuk pada mantan Kadiv Propram Polri, Ferdy Sambo yang dinyatakan bersalah karena menjadi otak pembunuhan anak buahnya, Brigadir J.
"Ini acara tadi siang.. pas barisan polisi diteriakin 'Sambo' padahal mereka tidak bersalah. Stop menghujat mereka, kita berdoa semoga tidak ada lagi korban seperti brigadir J dan tidak ada lagi pelaku seperti Sambo," ujar akun @virgo951 dalam keterangan di video.
Sontak, unggahan barisan polisi yang diteriaki Sambo pun langsung menjadi sorotan di media sosial. Hingga Senin (22/8/2022), video tersebut telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali.
Baca Juga: Tiga Minggu Tak Pulang ke Rumah, Remaja Ini Ditemukan Tewas di Tebing Tinggi
Video tersebut juga disukai lebih dari 91 ribu kali dan mendapat lebih dari 7 ribu kali komentar dari warganet.
Banyak warganet yang menyebut maksud dari teriakkan tersebut bukan berarti menghujat, tetapi bentuk kekecewaan.
"bkn menghujat, tp lbh ke rasa kecewa dan hampir hilang kepercayaan," ujar akun @VT_random.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Tutorial Jadi Generasi Sandwich: Kenyang Makan Hati, Dompet Diet Ketat
-
Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
-
Manajer Bongkar Pendapatan Fajar SadBoy Setahun, Cuma Segini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Cerita Wayne Rooney: Lagi Kesal dengan Sir Alex Eh Lihat Kelakuan Anomali Diego Maradona
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Sabtu 28 Februari 2026
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas