Depok.suara.com - Ketua Lembaga Perlindungan Anak-anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, akrab dipanggil Kak Seto terlihat cukup sibuk mengikuti Kasus Pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.
Kak Seto, sebagai Ketua LPAI, menjalankan perannya untuk melindungi anak-anak Indonesia. Diketahui dirinya pada saat ini berusaha melakukan perlindungan terhadap anak dari tersangka kasus pembunuhan Brigadir J yakni Irjen Pol Ferdy Sambo.
Anak-anak Sambo memang terkena dampak atas hal yang dilakukan oleh Sambo beserta istrinya, Putri Candrawathi. Perundungan kerap dilakukan oleh warganet terhadap anak-anak Sambo tersebut, hujatan-hujatan negatif juga menyentil anak-anak dari pelaku pembunuhan Brigadir J.
Melihat hal ini, Kak Seto menemui Sambo untuk menawarkan perlindungan terhadap anak-anaknya, dan mendapatkan izin dari Sambo. Kak Seto juga memperjuangkan perlindungan anak-anak tersebut dari Polri. Namun kini beberapa pihak terlihat kontra dengan tindakan yang dilakukan oleh Kak Seto.
Deolipa Yumara, mantan pengacara tersangka Richard Elizier alias Bharada E melontarkan tanggapannya yang diunggah oleh akun @dioysius di Tiktok. Terlihat Deolipa sedang menjadi pembicara dalam sebuah acara tayangan televisi mengatakan, "Kepada Kak Seto, Kak Seto ngapain Kak Seto ngurusin anaknya Pak Ferdy Sambo? Anak di jalanan banyak, Pak. Di pinggir jalan di Blok M, di Depok, dimana itu? Di Cilincing lebih banyak lagi tuh anak terlantar,".
Menurut Deolipa, kalau alasan perlindungan yang diberikan karena anak-anak Ferdy Sambo mengalami perundungan. Di jalanan juga banyak mengalami perundungan. Padahal bagi Deolipa, anak-anak Ferdy Sambo sudah dilindungi oleh keluarga besarnya.
"Topik disana kan kayak udah ada keluarga besarnya, dijaga keluarga besarnya. Ngapain Kak Seto pansos-pansos disitu? Bikin malu saya saja," ucap Deolipa.
Selain Deolipa, warganet pun banyak yang kontra dengan Kak Seto, dan menyetujui apa yang diucapkan oleh Deolipa. Banyak warganet yang menganggap Kak Seto pilih kasih, memberikan perlindungan karena anak Sambo adalah anak orang berkepentingan.
Tanggapan Kak Seto Dituduh Pansos
Baca Juga: Manusia Silver Ini Idap Infeksi Kulit Dan Paru-Paru, Hidup Terlantar Di Cilegon
Dituduh Pansos dalam kasus Brigadir J, Kak Seto pun mulai angkat bicara. Dirinya membantah hanya menolong anak-anak Ferdy Sambo karena viral. Baginya setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan tidak hanya dilihat dari asal usulnya.
“Mau anak artis, anak polisi, anak pejabat, gelandangan, atau apapun itu, mereka punya hak yang sama untuk mendapat perlindungan. Saya tidak membedakan,” tambah Kak Seto.
Namun dirinya mengakui sejak menjadi bagian dari LPAI, tidak jarang pula ia mendapatkan reaksi kontra dan hujatan atas hal yang dilakukannya, sehingga melihat banyak pihak yang memberikan komentar miring tentang sekarang, tidaklah menjadi hal yang mengagetkan untuk Kak Seto.
"Saya bergerak di bidang perlindungan anak sudah 52 tahun, tepatnya sejak tahun 1970. Dengan kata lain saya sudah kebal dengan hujatan, kesalahpahaman, perundungan. Yang jelas saya hanya menjalankan amanat Undang-undang Perlindungan Anak,” tegas Kak Seto.
Karena itu dirinya menegaskan bahwa telah melakukan perlindungan kepada anak-anak merjinal. Beberapa kasus yang tidak viral, jelas Kak Seto juga dirinya telah kawal. Sehingga tuduhan kepada dirinya yang hanya ingin pansos dalam kasus Ferdy Sambo tidaklah tepat.
“Saya tetap pada prinsip tidak membeda-bedakan anak Indonesia dan melindungi mereka,” tutup Kak Seto, yang memilih tetap menjalankan tugasnya sebagai Ketua LPAI untuk melindungi anak-anak Sambo, tanpa memperdulikan ucapan kontra terhadap hal yang dilakukannya.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Sudah Terlalu Malam, Pemeriksaan Putri Candrawati Dihentikan Sementara dan Dilanjutkan Rabu Depan
-
TRENDING: Demi Anak-anak Sambo, Kak Seto Mengusulkan Putri Candrawathi Menjadi Tahanan Rumah
-
Sudah Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan, Kamaruddin Simanjuntak Kembali Laporkan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lolos Saja Belum Pasti, Pelatih Malaysia Sudah Pasang Target Juara Piala Asia 2027
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
7 Olahraga yang Cocok Dilakukan saat Puasa agar Tetap Bugar
-
Solidaritas Mokel Berjamaah, Mengapa Jadi Tren?
-
3 Pilihan Cream Blush Murah untuk Pemula: Mudah Dibaurkan dan Tahan Lama!
-
Performa Gacor, Brentford Perpanjang Kontrak Keith Andrews hingga 2032
-
Antisipasi Tren Kemunculan Gepeng Selama Ramadan, Satpol PP Kota Jogja Intensifkan Operasi
-
Kasus Anak di Sukabumi Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Ibu Kandung Depresi karena Diteror
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Hector Souto Ungkap Alasan Panggil Nama-nama Baru untuk Piala AFF Futsal 2026