Depok.suara.com - Kekayaan Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro langsung meningkat hingga Rp35 miliar. Hal ini menjadi sorotan warganet karena dirinya baru menjabat selama tiga tahun.
Pada laman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni elhkpn.kpk.go.id disebutkan laporan kekayaan Ari pada 2021 adalah sebesar Rp62.321.869.525 atau 62 milyar lebih.
Sementara itu pada 2018 ketika masih menjabat Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UI), harta kekayaan Ari Kuncoro sebesar Rp27.873.760.038. Sehingga ada kenaikan hingga Rp35 miliar dalam tiga tahun.
Para aktivis kampus, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI pun menyoroti kekayaan rektornya tersebut yang naik drastis sehingga mengekspos harta Ari pada Senin (29/8/2022).
Dalam rinciannya, pada 2018 Ari tercatat memiliki harta berupa sembilan bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Depok, Jakarta Timur, Jakarta Selatan senilai Rp14.918.000.000.
Jumlah bidang tanah yang dimilikinya tiga tahun kemudian bertambah satu menjadi 10. Nilainya pun naik signifikan menjadi Rp19.200.000.000.
Pada 2018, Ali memiliki empat buah mobil, yakni Mercedez C 200, Honda Freed, Toyota Fortuner dan Toyota Innova yang nilai totalnya mencapai Rp 1.075.000.000.
Sementara, pada 2021 mobil di garasinya menjadi lima dengan nilai total Rp 2.791.000.000. Ada tambahan dua mobil baru yakni Toyota Alphard dan Mercedes E 350. Pada tahun 2018, Ari memiliki harta bergerak lainnya Rp135.000.000, surat berharga Rp1.231.113.300, serta kas dan setara kas Rp10.514.646.738.
Ketiga kategori harta Ali itu naik signifikan pada 2021. Ari tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp240.000.000, surat berharga Rp8.798.207.790, kas dan setara kas Rp30.894.096.442, dan harta lainnya Rp4.291.096.739. Dalam paparan BEM UI, Ari tercatat memiliki utang Rp3.892.531.446.
Baca Juga: Digelar Hari Ini, Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Brigadir J Akan Dilakukan Di Dua TKP
Kepala Biro Humas dan KIP Universitas Indonesia Amelita Lusia dalam pernyataan resminya menyebut, setiap tahun rektor dan semua penyelenggara negara, serta semua ASN di lingkungan Universitas Indonesia, melaporkan harta kekayaannya kepada KPK melalui mekanisme (LHKPN) dan Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) di lingkungan instansi pemerintah.
Menurutnya, hal itu tidak masalah selama pelaporan itu belum ada temuan dari KPK, tentang kecurigaan asal harta kekayaan penyelenggara negara dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Universitas Indonesia.
Menurut Amelita, peningkatan harta kekayaan Rektor UI itu juga ditopang dari penghasilan sang istri, Lana Soelistianingsih yang diangkat Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Berdekatan dengan Prof. Ari menjadi Rektor UI, Ibu Lana diangkat oleh Presiden sebagai Kepala Eksekutif LPS menggantikan bapak Fauzi Ichsan pada tahun 2020,” tukas Amelita.
Harta Rektor Jadi Sorotan Usai
Karomani Cs Ditangkap
Harta rektor UI yang meningkat tajam itu jadi sorotan setelah KPK menetapkan empat tersangka kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru di Unila.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Menikmati Seafood Segar dengan Panorama Sunset yang Ikonik di New Furama
-
Kejagung Tarik Rem! Perintahkan Seluruh Kejati Hentikan Pengumpulan Data Terkait MBG
-
Dibakar Hidup-Hidup di Ponpes, Ibu Korban Lawan 'Orang Kuat' di NTB
-
AI, LIVE Shopping, dan Social Commerce Ubah Industri Kopi Indonesia, Sakha Coffee Perluas Pasar
-
Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran
-
Bagaimana Cara Memilih Serum yang Tepat untuk Kulit Kering? Ini 2 Pilihan Lokal Sesuai Review
-
Jangan Asal Posting: Mengapa Twibbon MPLS Bisa Jadi Ancaman Privasi bagi Si Kecil
-
Soal Usulan Hak Angket Ketegangan Polri-Kejagung, Pimpinan DPR: Itu Hak Konstitusional Anggota
-
Digital Decluttering Era Modern: Timeline Bersih, Pikiran pun Lebih Ringan
-
Bantah Mandek, DPR Libatkan Hotman Paris hingga Akademisi Bahas RUU Perampasan Aset