/
Minggu, 04 September 2022 | 22:57 WIB
Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J ; Ferdy Sambo ; Putri Candrawathi (Suara.com/Alfian Winnato)

Depok.suara.com - Setelah sempat redam, dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Putri Candrawathi kembali diperbincangkan publik.

Hal ini lantaran muncul sebuah rekaman video call yang diduga  mendiang Brigadir J dengan seorang wanita. Sehingga memperkuat adanya dugaan tindak kekerasan pada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Selain itu, setelah adanya video call tersebut kemudian beredar tangkapan layar antara mendiang Brigadir J dengan kekasihnya.

Dirinya terlihat menangis lantaran mengaku mendapat ancaman dari skuad lama yang belakangan diketahui Kuat Maruf.

Bukan hanya bukti rekaman video, pernyataan yang dikeluarkan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan memperkuat dugaan bila pembunuhan berencana pada Brigadir J, dipicu adanya dugaan aksi kekerasan yang dialami istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Dijelaskan Komnas Perempuan, hasil ini mereka dapatkan setelah melakukan pemeriksaan kepada istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, yang menyebut telah menjadi korban pemerkosaan.

Dari hasil pemeriksaan, Brigadir J diduga melakukan pemerkosaan terhadap istri Ferdy Sambo. 

"Yang disampaikan kepada kami yang terjadi di Magelang adalah perkosaan," kata Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi dalam program acara tv berita pada Jumat (2/9/2022).

Dari pengakuan istri Ferdy Sambo, Brigadir J diduga melakukan tindak kekerasan seksual pada 7 Juli 2022 sore hari. 

Baca Juga: 6 Kebiasaan yang Bisa Membuat Seseorang Mudah Menjalin Hubungan Pertemanan

Usai dugaan tindak perkosaan tersebut, Putri ditemukan ada di depan kamar mandi oleh Susi dan Kuat Ma'ruf. 

Lebih dari itu, dari hasil pemeriksaan istri Ferdy Sambo, dikatakan jika Brigadir J melakukan ancaman.

Komnas Perempuan mengatakan, Brigadir J mengancam akan menyakiti anak-anak Putri.

Ancaman itu akan dilakukan Brigadir J jika istri Ferdy Sambo berani menceritakan peristiwa tersebut. 

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Taufan Damanik mengatakan jika dugaan adanya pelecehan seksual oleh Brigadir J pada istri Ferdy Sambo diperkuat dengan pengakuan kekasih korban.

Keterangan pacar Brigadir J dinilai Taufan Damanik memperkuat dugaan adanya pelecehan.

Taufan Damanik mengatakan, apa yang diceritakan pacar Brigadir J yang sempat viral merekam korban menangis, menyebut adanya ancaman justru bisa memperkuat kesaksian pelecehan seksual terhadap Putri. 

Seperti diketahui, tangkapan layer video call Brigadi J dan kekasihnya sempat viral di media sosial.

Saat itu, Brigadir J tampak menangis lantaran mengatakan mendapat ancaman pembunuhan dari Skuad Lama, yakni Kuat Ma'ruf. 

Ada ancaman sampai dikejar Kuat Maruf

Saat dilakukan rekonstruksi, Brigadir J mendapat ancaman pembunuhan karena diduga melecehkan Putri Candrawathi. 

"(Kata Vera) kenapa?. (Brigadir J menjawab) karena kalau naik ke atas, lantai 2, ibu sakit,” kata Taufan menirukan percakapan saksi. 

“Makanya aku diancam mau dibunuh dia," kata Taufan mengulang percakapan Brigadir J dan pacarnya. 

Dalam rekonstruksi kata Taufan, disebutkan ada adegan Brigadir J dikejar dan diancam Kuwat Maruf dengan menggunakan pisau.  

"Jadi justru Vera pun akan memperkuat kesaksiannya itu," ujar Taufan.  

Dari temuan itu, Komnas HAM lantas meminta polisi mendalami dugaan pelecehan seksual di Magelang secara ilmiah. 

Sudah BAP

Komnas HAM mengatakan, istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sudah melaporkan kejadian kekerasan seksual yang dialaminya.

Kesaksian dari istri Ferdy Sambo tersebut sudah dimasukkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Sumber: Suara.com

Load More