Depok.suara.com, Menanggapi hasil pertandingan saat melawan Persib Bandung pada pertandingan lanjutan pekan ke 8 BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (4/9/2022), pelatih RANS Nusantara FC Rahmad Darmawan mengatakan, dirinya mengakui bahwa perubahan skema yang dilakukan Persib Bandung membuat timnya kualahan.
"Mereka memakai skema di luar dugaan kami menggunakan 3-4-3 saat menyerang dan 5-4-1 saat bertahan," kata Rahmad Darmawan seperti dikutip laman resmi LIB.
Padahal, kata Rahmad Darmawan, dalam pertandingan tersebut, timnya sudah mencoba untuk memberikan perlawan, namun lantaran ada sedikit perubahan oleh Persib dalam skema permainan tim jadi sedikit melakukan penyesuaian.
"Tadinya kami mengantisipasi dengan empat bek jadi tiga bek itu yang mengubah suasana di awal-awal babak pertama. Di babak kedua kami mengubah pola dan semua efektif bisa menekan lawan," pungkasnya.
Hal senada pun diungkapkan oleh Pemain Rans FC, David Laly, menurutnya, penyebab kekalahan The Pheonix dari Persib. Salah satunya adalah Persib mengubah skema permainan.
"Kita kaget karena mereka mengganti formasi. Babak kedua kita bisa mengimbangi, kita bisa memberi tekanan ke Persib, walaupun hanya cetak satu gol. Persib memang bermain lebih baik," katanya.
Berita Terkait
-
Berhasil Kalahkan RANS Nusantara di GBLA, Luis Milla : Saya Bangga dengan Kerja Keras Tim
-
Luis Milla Dedikasikan Kemenangan Persib atas Rans Nusantara FC untuk Ajun
-
Nonton Persib vs RANS Nusantara FC di Stadion, Bobotoh Dibuat Heboh Baju dari Sosok Ini
-
Bungkam Klub Sultan Raffi Ahmad 2-1, Persib Dedikasikan Kemenangan untuk Almarhum Ajun
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Film Sebagai Kritik Sosial: Membaca Patriarki di Perempuan Berkalung Sorban
-
5 Fakta Josepha Alexandra, Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral Protes Juri LCC lalu Diundang Gibran
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China
-
4 Eye Patch Peptide, Solusi Praktis untuk Mata Awet Muda Bebas Bengkak!
-
Memburu Bintang Komika Baru: Kompas TV Punya SUCI, Netflix Ada Funny AF with Kevin Hart
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara
-
Isyarat Ancelotti Jadikan Neymar Jimat Ruang Ganti Brasil di Piala Dunia 2026
-
Curhat Nadiem Usai Dituntut 18 Tahun: Saya Patah Hati karena Sangat Cinta Negara Ini