- Anggota DPRD Jember, Achmad Syahri, kedapatan bermain game dan merokok saat rapat pembahasan stunting berlangsung baru-baru ini.
- Tindakan tersebut dianggap melanggar aturan kawasan tanpa rokok berdasarkan UU Kesehatan serta peraturan daerah yang berlaku.
- Pelanggaran kawasan tanpa rokok tersebut berpotensi menjatuhkan sanksi pidana kurungan selama satu tahun serta denda maksimal.
Suara.com - Aksi Anggota DPRD Jember Achmad Syahri As Siddiqi yang terekam bermain game sambil merokok saat rapat resmi dewan berbuntut panjang. Selain menuai kecaman etik, perilaku legislator muda itu juga dinilai berpotensi berujung pidana.
Pegiat Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai tindakan tersebut bukan sekadar tidak pantas dilakukan pejabat publik, melainkan juga diduga melanggar aturan kawasan tanpa rokok (KTR).
“Perbuatan itu memalukan, sebab sebagai anggota legislatif atau pembuat undang-undang, seharusnya ia memberikan contoh positif kepada masyarakat untuk mematuhi regulasi, bukan malah menginjak-injaknya secara telanjang,” ujar Tulus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/5/2026).
Sorotan semakin tajam karena rapat yang diikuti Achmad Syahri disebut tengah membahas persoalan stunting.
Menurut Tulus, tindakan merokok di forum tersebut justru bertolak belakang dengan substansi rapat.
“Sangat tidak etis, rapat sedang membahas isu stunting, sementara yang bersangkutan malah merokok. Ini jelas kontradiktif dengan substansi rapat yang sedang dijalankan,” tambahnya.
Tulus menjelaskan, aksi merokok di ruang rapat dewan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum karena bertentangan dengan sejumlah regulasi, mulai dari UU Kesehatan hingga Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok yang berlaku di Jawa Timur dan Kabupaten Jember.
Ia menegaskan, pelanggaran aturan KTR memiliki ancaman pidana yang tidak ringan.
“Sanksi terhadap pelanggaran KTR sebagaimana diatur dalam Pasal 437, 447, dan 448 UU Kesehatan berupa pidana kurungan selama satu tahun dan denda paling banyak Rp 50 juta, baik untuk individu maupun korporasi,” tegas Tulus.
Baca Juga: DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye
FKBI pun mendesak Badan Kehormatan DPRD Jember segera memanggil Achmad Syahri untuk menjalani pemeriksaan etik dan menjatuhkan sanksi tegas agar tidak menjadi preseden buruk di ruang publik.
“Pejabat publik harus menjadi teladan dalam etika dan kepatuhan hukum. Jangan sampai aksi 'koboi' di ruang sidang ini dibiarkan tanpa sanksi yang tegas, baik secara moral maupun hukum,” katanya.
Sebelumnya, nama Achmad Syahri As Siddiqi ramai diperbincangkan setelah video dirinya bermain game dan merokok saat rapat DPRD Jember viral di media sosial.
Politikus Partai Gerindra yang akrab disapa Ra Syahri itu merupakan anggota DPRD termuda di Jember. Ia dilantik untuk periode 2024–2029 pada usia 25 tahun dan merupakan putra mantan anggota DPR RI, Achmad Fadil Muzakki Syah atau Ra Fadil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan
-
Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi