Depok.suara.com - Mau coba perpaduan rasa antara bolu pisang dan brownies cokelat? Maka resep ini wajib dicoba, praktis hanya 2 bahan.Tanpa tepung, telur dan gula.
Meskipun hanya 2 bahan, resep ini menghasilkan tekstur brownies yang fudgy dengan bagian tengah cenderung basah dan lengket.
Dilansir dari laman kirbiecravings.com berikut bahan dan cara buatnya:
Bahan-bahan:
350 gram semi-sweet chocolate chips
235 gram pisang, haluskan
Cara Buat:
1. Panaskan oven dengan suhu 180 derajat Celcius.
2. Siapkan loyang dengan diameter 20cm, olesi dengan mentega lalu lapisi loyang dengan kertas roti (pilih yang jenis parchment paper karena lebih tahan panas).
Baca Juga: 10 Kesaksian Bripka RR: Tidak Liat Pelecehan Seksual, Kuat dan Brigadir J Bersitegang
3. Panaskan chocolate chip di microwave selama 1 menit lalu aduk rata, masukkan ke microwave lagi selama 1 - 1.5 menit sampai chocolate chip benar-benar melelah.
4. Masukkan pisang, aduk dengan whisk sampai rata.
5. Panggang selama 38-40 menit (pada saat di panggang tekstur adonan akan berubah dari yang kelihatannya basah menjadi agak kering).
Tips:
1. Gunakan pisang yang benar-benar matang, bisa menggunakan pisang jenis Sunpride atau pisang lokal seperti pisang Ambon.
2. Karena sudah mendapatkan rasa manis dari pisang, pastikan menggunakan chocolate chips yang jenis semi-sweet. Semi-sweet artinya jenis dark chocolate yang terdiri dari 40-60 persen cocoa solid dengan dengan tambahan mentega dan gula yang sedikit jadi rasanya tidak terlalu manis.
3. Jika tidak ada semi-sweet chocolate chips, bisa menggunakan semi-sweet chocolate bar (coklat batangan).
4. Brownies Pisang ini lebih enak disajikan hangat, karena pada kondisi hangat terdapat crumbs atau remah brownies yang kenyal (chewy crumbs).
5. Pada kondisi dingin, tekstur brownies menjadi lebih padat dan kehilangan chewy crumbs, bisa dihangatkan lagi menggunakan microwave. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026