Depok.suara.com, AZS seorang pelajar SMK swasta di Kota Depok tewas setelah diserang pelajar lainnya menggunakan senjata tajam jenis clurit di Jalan Boulevard GDC Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Senin (12/9) malam.
Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan pelaku IBS,19 tahun, pelajar kelas 3 SMA, berhasil ditangkap anggota di kediamannya daerah Rawa Geni Cipayung Kota Depok, atas kasus tawuran penganiayaan sampai menghilangkan nyawa seseorang korban pelajar juga.
"Korban AZS, 20 tahun, meninggal dunia setelah sempat di rawat di rumah sakit akibat luka bacok di bagian ketiak dan bahu kanan akibat senjata tajam jenis celurit,"katanya.
Pemicu awal tawuran dari kelompok pelaku IBS janjian melalui media sosial instagram ke medsos korban menantang tawuran.
"Kelompok pelaku janjian ke medsos korban menantang tawuran di sekitar kawasan perumahan Grand Depok City (GDC). Para pelaku masih pelajar SMA dan STM swasta di Depok," paparnya.
Kombes Imran menyebutkab bahwa pelaku ini sudah dua kali terlibat melakukan tawuran, yang pertama di daerah Bojonggede.
"Pada saat kejadian dari kelompok pelaku menyebutkan korban kebacok merupakan korban begal untuk mengelabuhi penyidik. Setelah diselidiki ternyata murni korban tawuran," terangnya.
Kombes Imran menyebutkan ketika pelaku membacok korban dalam kondisi sadar dan tidak dalam keadaan mabuk obat atau minuman keras.
Pelaku dalam keadaan sadar tidak sedang dalam keadaan pengaruh minuman keras atau narkoba.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Apa yang Pertama Kali Dilihat, Tentukan Bagaimana Anda Dinilai
Selain itu korban yang dibacok pelaku baru tahu meninggal setelah ditangkap petugas dikasih tahu.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan pelaku, lanjut Kombes Imran, pelaku dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan menyebabkan korban meninggal.
Barang bukti yang disita empat bilah senjata tajam jenis celurit dan dua stick golf digunakan untuk tawuran.
Terpisah pelaku IBS, mengaku merasa bersalah atas apa yang telah diperbuat membacok korban hingga tewas.
"Saya mohon maaf kepada semua yang telah dirugikan khususnya bagi orang tua korban hingga meninggal. Saya sangat menyesal," tuturnya.
Menurut IBS, dirinya yang langsung mengundang kelompok korban untuk menantang tawuran di sekitar GDC.
"Celurit yang digunakan untuk tawuran juga minjem dari teman bukan milik sendiri," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Punya Fitur Torque Splitter ala Mobil Balap, Sehebat Apa Handling Audi S3 Verve Edition?
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Pekanbaru Resmi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla hingga 30 November 2026
-
Mitsubishi Destinator Bawa Standar Baru SUV Tujuh Penumpang dengan Kabin Praktis
-
Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Ulasan Novel Periculo: Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Sinopsis Suka Duka Tawa: Menertawakan Luka Lewat Stand Up Comedy, Lagi Puncaki Netflix
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
Terbakar Cemburu, Pria di Empat Lawang Habisi Korban dengan Parang dan Tombak