/
Kamis, 15 September 2022 | 10:58 WIB
Bule kencingi Kawah Bromo (Foto: Tangkapan layar Instagram)

Depok.suara.com - Indonesia kaya akan budaya, keberagaman dan keindahan alamnya. Hal inilah yang menjadi alasan banyaknya turis yang berkunjung ke Indonesia. Salah satu tempat yang sering dikunjungi para turis yaitu Gunung Bromo yang sudah terkenal akan pesonanya.

Keindahan inilah yang membuat turis asing yang memiliki akun instagram @hometown.earth mengabadikan moment mereka selama berada di gunung bromo. Namun video yang kini telah dihapus dari akunnya itu mendapat kritikan netizen karena dianggap melecehkan Kawah Bromo yang sakral.

Seorang politisi dan perancang ternama asal Bali memposting ulang video kedua turis itu dalam akun instagramnya @niluhdjelantik. Tampak dalam video, awalnya sepasang turis asing ini hanya melakukan kegiatan sebagaimana mestinya, namun di tengah-tengah video, tampak turis pria yang buang air kecil di Kawah Bromo.

“Bromo adalah gunung suci yang dijaga oleh Suku Tengger secara turun temurun. Anda dipersilakan untuk menikmati pemandangan, tetapi Anda perlu menggunakan otak Anda. Ini bukan rumahmu. Berperilaku baik sebagai tamu dan Anda akan diperlakukan dengan baik.” Tulis @niluhdjelantik dalam postingannya.

Setelah videonya viral dan mendapat hujan para netizen, kedua turis asing ini pun meminta maaf lewat akun instagram mereka @hometown.earth.

"Orang-orang Indonesia yang terhormat, Jawa, Bali, Suku Tengger khususnya dan semua umat Hindu yang kami hina. Kami sekali lagi ingin mengatakan betapa menyesalnya kami.

Banyak orang bertanya kepada kami: Mengapa Anda melakukan itu? atau Apa yang Anda pikirkan?

Kebenarannya adalah: Kami tidak berpikir. Untuk semua orang yang mau mendengarkan, inilah cerita kami:

Kami berasal dari negara kecil di Eropa dan terbiasa berada di pegunungan. Kami selalu berada di luar dan melakukan banyak hal di luar ruangan. Kami benar-benar tidak tahu seperti apa pura suci Bromo bagi masyarakat Hindu.

Baca Juga: Apple Cheeks Adalah? Cek Artinya yang Sedang Viral di Media Sosial dan Cara Memunculkannya

Sayangnya di sini, di Eropa, kami tidak banyak berhubungan dengan budaya Hindu dan sangat kekurangan pengetahuan di sini.

Kami mencoba menghubungi petugas Taman Nasional Bromo dan juga ingin meminta maaf secara langsung kepada masyarakat Suku Tengger.

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada SEMUA ORANG yang menghubungi kami, menjelaskan masalah ini, menunjukkan cinta dan pengertian, dan menyinggung bantuan mereka.

Kami telah belajar dari pengalaman dan berharap bahwa orang barat lainnya melihat kesalahan kami sebagai contoh negatif untuk tidak pernah melakukan hal seperti itu lagi.” (nnd)

Load More