- Jakarta mencatat kualitas udara terburuk di Indonesia dengan angka polusi 130 pada Minggu, 3 Mei 2026 malam.
- Gubernur Pramono Anung berencana membangun pembangkit listrik tenaga sampah berkapasitas 120 megawatt untuk menekan tingkat polusi.
- Pemprov DKI Jakarta menargetkan penggantian seluruh armada bus Transjakarta menjadi kendaraan listrik sepenuhnya pada tahun 2030 mendatang.
Suara.com - Jakarta menduduki peringkat pertama sebagai wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada Minggu (3/5/2026) malam.
Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), angka polusi di Jakarta menyentuh level 130.
Angka tersebut mencerminkan kondisi mutu udara ambien yang berdampak langsung pada kesehatan manusia hingga estetika lingkungan.
Penentuan status udara ini mengacu pada pengukuran tujuh parameter pencemar, mulai dari PM2.5 hingga karbon monoksida di puluhan stasiun pemantau.
Menyikapi kondisi atmosfer yang memprihatinkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan langkah taktis pemerintah daerah.
Berbicara di kawasan Senen, Jakarta Pusat, sang Gubernur menjanjikan pembenahan menyeluruh demi menekan laju polusi udara yang kian pekat.
"Yang jelas, Jakarta segera berbenah menangani persoalan polusi," ujar Pramono, Senin (4/5/2026).
Salah satu pilar utama dalam strategi perbaikan kualitas udara ini adalah percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah.
"Kalau nanti sudah selesai, kurang lebih akan menghasilkan sampai dengan 120 megawatt," tutur eks Sekretaris Kabinet itu.
Baca Juga: Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah
Pramono juga menyoroti peran industri yang masih mengandalkan energi batubara sebagai salah satu pemicu utama keruhnya langit Jakarta.
"Kalau itu bisa dikurangi, terutama di daerah Suralaya yang kemudian udaranya masuk ke Jakarta, itu akan secara signifikan mengurangi polusi," tegasnya.
Selain sektor industri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta turut merancang revolusi besar-besaran di sektor transportasi publik.
Targetnya adalah mengubah seluruh armada bus Transjakarta menjadi kendaraan berbasis listrik sepenuhnya pada 2030 mendatang.
"Yang jumlahnya kurang lebih 10 ribu, akan kami wujudkan," ungkap Pramono.
Hingga tahun ini, tercatat baru sekitar 460 unit bus listrik yang resmi mengaspal di jalanan ibu kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Revisi UU Pemilu Mendesak, Eks Penyelenggara Ingatkan Waktu Kian Sempit Jelang 2026
-
Rekaman Bocor! Benjamin Netanyahu Bongkar Strategi Rahasia Israel Kalahkan Iran
-
Mengejutkan! OPEC Naikkan Kuota Produksi Minyak Usai UEA Mundur, Pengaruh ke Dunia Apa?
-
Revisi UU Pemilu Mandek, Koalisi Sipil Desak DPR Bergerak Sebelum Agustus 2026
-
Mesir Gelar Latihan Militer, Israel Panik Skenario Perang Yom Kippur Terulang
-
KPK Dalami Skema Suap Impor, Pegawai Bea Cukai Kembali Dipanggil
-
Kenapa Donald Trump Tolak Proposal Iran Akhiri Perang? Apa Isinya?
-
Viral Sopir Angkot di Grogol Ketahuan Onani di Dalam Mobil, Langsung Kabur Usai Dipergoki Warga
-
KPK Telusuri Aliran Dana CSR BIOJK, Dua Pensiunan BI Diperiksa
-
KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta