Depok.suara.com – Akhir-akhir ini publik sempat dihebohkan dengan kasus Bjorka, seorang hacker yang mencuri data-data rakyat Indonesia. Bukan hanya rakyat biasa, ia juga menyebarluaskan data pribadi para pejabat negara, salah satunya yaitu menteri BUMN, Erick Thohir. Sebelumnya, Bjorka juga membeberkan dalang di balik pembunuhan aktivis, Munir.
Karena aksinya ini, dikabarkan Bjorka menjadi buronan polisi dan tim cyber. Mereka berusaha menggali identitas di balik pemilik akun Bjorka yang dikabarkan merupakan orang Indonesia. Setelah menyelidiki, akhirnya polisi menangkap Muhammad Agung Hidayatullah, pria penjual es asal Madiun yang diduga sebagai dalang dibalik topeng Bjorka.
Penangkapan pria diduga Bjorka ini tentunya mengejutkan pihak keluarga, pasalnya Agung tidak memiliki komputer atau laptop di rumahnya.
Namun setelah ditangkap beberapa saat dan akhirnya dipulangkan, Muhammad Agung Hidayatullah malah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam unggahan yang diposting akun Instagram @faktanyagoogle, polisi menetapkan Agung sebagai tersangka karena diduga membantu Bjorka membuat akun grup telegram Bjorkanism.
Juru Bicara Divisi Humas Polri, Kombes Ade Yaya Suryana mengatakan bahwa Muhammad Agung Hidayatullah ikut menyebarkan tiga konten terkait Bjorka. Namun banyak warganet yang curiga dengan penetapan Muhammad Agung Hidayatullah ini sebagai tersangka karena terkesan memaksa.
“KASIAN GAK DAPET ASLI MALAH NANGKEP DIDUGANYA.” Kata akun @mukron_
“Emang biyorka ga bisa buat grup telegram sendiri ya ?” Komentar akun @ridhorakhmadan
“Lah kemarin dituduh nya Bjorka, pas ibuke bilang komputer aja gak punya . Dalihnya beda lagi .” Kata akun @hidayat_rohim_
“Kalo mu ngaku salkap kelitan TK bangettt yahh,” kata @ray_sigor
“Kok gw lebih respect dan lebih menghargai Polisi Tidur ya ketimbang polisi beneran....,” komentar c_adinata13
“Bjorka bisa ngehack ga bisa bikin telegram?,” komentar @tiasetia_ (nnd)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik