Depok.suara.com - Saat mendengar nama jembut, konotasinya selalu mengarah ke sesuatu yang tabu. Maklum saja, jembut sering dikaitkan dengan alat kelamin. Meski demikian, berbeda halnya dengan yang terjadi di Semarang. Kata-kata jembut bukannya dihindari, namun justru menjadi buruan.
Kupat Jembut selalu menjadi buruan warga terutama yang berdomisili di Kampung Jaten Cilik, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, setiap perayaan Syawalan. Tak hanya orang tua, anak-anak bahkan rela bangun lebih pagi untuk berebut Kupat Jembut pada perayaan Syawalan di Kampung Jaten Cilik.
Anak-anak menyerbu rumah-rumah yang telah dipasangi untaian ketupat. Berbeda dengan bentuk pada umumnya, warga Kampung Jaten Cilik membuat ketupat dengan tampilan yang unik.
Sekilas terdapat tauge yang menjunjai keluar dari daun janur yang membungkus ketupat. Bentuknya lebih berisi. Di dalamnya juga diselipi beberapa lembar kertas uang untuk menarik minat anak-anak.
Mengapa makanan khas tersebut mendapat nama sedemikian rupa? Rupanya, tauge yang keluar dari ketupat itu menyerupai rambut kemaluan, sehingga warga membuat plesetan dengan sebutan kupat jembut.
Warga setempat memang sudah lama menyebut ketupat isi taoge itu sebagai Kupat Jembut. Mungkin terdengar menjijikan, namun banyak warga yang antusias membuat Kupat Jembut setiap perayaan Syawalan.
Tradisi Kupat Jembut sudah berlangsung sejak tahun 1950-an. Pembuatan ketupat itu untuk menunjukkan kesederhanaan warga setempat dalam menyambut perayaan Syawalan. Warga biasanya menyantap Kupat Jembut dengan sayuran yang dicampur parutan kelapa dan sambal atau gudangan.
Menurutnya keberadaan kupat jembut merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah yang diberikan selama bulan Ramadan.
Penulis : Panji R.A
Baca Juga: Oknum Polisi Pelaku Aniaya Emak-Emak Ditahan Propam
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
5 Rekomendasi Cushion Ringan untuk Harian dan Sekolah sesuai Review
-
Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
-
5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
-
Sampaikan Duka Mendalam, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Darurat Gempa NTT Dipercepat
-
Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?
-
Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra
-
Kondisi Darurat! Supermarket Diminta Bagikan Makan ke Korban Gempa NTT, Pemerintah Siap Ganti
-
Buka Pintu untuk Mees Hilgers, Eks Pelatih Manchester United: Tunjukkan Pesonamu
-
Kebiasaan Ngemil Keluarga Indonesia Berubah, Kini Buah Hadir dalam Bentuk Camilan Praktis