- Presiden Prabowo menginstruksikan kabinet mengevaluasi izin investasi sektor ekstraktif secara proporsional, termasuk tambang Martabe.
- Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dengan menyeimbangkan penegakan aturan dan perlindungan hak investor.
- Evaluasi izin ini respons awal terhadap bencana alam, namun kini status IUP tambang Martabe belum dicabut.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan tegas kepada jajaran kabinetnya untuk mengedepankan sikap proporsional dalam mengevaluasi izin usaha para investor nasional.
Fokus utama arahan ini berkaitan dengan peninjauan kembali sejumlah izin sektor ekstraktif, termasuk operasional tambang emas Martabe di Sumatera Utara yang dikelola oleh PT Agincourt Resources (PTAR).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan pesan Presiden tersebut usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Menurut Bahlil, pemerintah berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara penegakan aturan dan perlindungan hak investor demi stabilitas ekonomi di wilayah Sumatera.
Bahlil menegaskan bahwa proses audit yang sedang berlangsung tidak bertujuan untuk mendiskreditkan pihak tertentu, melainkan untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum.
"Tadi Bapak Presiden sudah mengarahkan dalam rapat bahwa silakan dicek, kalau memang tidak ada pelanggaran, harus kita pulihkan hak-hak investor, dan kalau memang itu ada pelanggaran ya diberikan sanksi secara proporsional. Semua ini sekali lagi kita lakukan dalam rangka untuk memastikan terhadap investasi dan kepastian hukum juga bisa terjadi, dan sekaligus untuk menjaga perkembangan, pertumbuhan ekonomi yang ada di wilayah Sumatra," ungkap Bahlil Lahadalia.
Hingga saat ini, status Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk tambang Martabe secara resmi belum dicabut. Pemerintah masih berada dalam tahap penilaian teknis dan pemetaan ulang.
Bahlil juga berkoordinasi intensif dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, untuk melakukan kajian komprehensif yang diharapkan segera rampung dalam waktu dekat.
Gelombang evaluasi izin ini bermula dari pengumuman Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) pada 20 Januari 2026.
Baca Juga: Membersihkan 'Telur-telur Busuk', Hashim Tegaskan Akan Ada Pejabat yang Dicopot Prabowo
Kala itu, sebanyak 28 perusahaan, termasuk nama Agincourt, disebut masuk dalam daftar izin yang dicabut berdasarkan hasil audit lingkungan.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, kala itu menjelaskan bahwa tindakan tegas diambil merujuk pada dampak ekologis operasional perusahaan di wilayah terdampak bencana. Namun, dinamika ini berkembang seiring adanya rencana strategis negara.
Pada 28 Januari lalu, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, sempat mengungkapkan rencana pengambilalihan operasional tambang Martabe oleh Perminas.
Perminas merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang baru dibentuk dengan mandat khusus untuk mengonsolidasikan serta mengelola industri mineral strategis di dalam negeri.
Berita Terkait
-
Bahlil: Presiden Instruksikan Cek Ulang Izin Tambang Emas Martabe
-
Prabowo 'Pelototi' Jeffrey Hingga Hasan Usai jadi Bos Baru BEI dan OJK
-
Pekan Depan Prabowo Lawatan ke AS, Teken Tarif Dagang dengan Trump
-
Membaca Radar Hashim: Siapa Pejabat di Kabinet yang Terancam Dicopot?
-
Adik Kandung Ungkap Ada Pejabat 'Telur Busuk' Dekat Presiden Prabowo
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen
-
Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?
-
Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI
-
Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF
-
BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat
-
30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat
-
Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat
-
Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025
-
Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah
-
Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan