- Rieke Diah Pitaloka bertemu Mensos di Kemensos membahas pentingnya data tunggal akurat untuk dampak nyata bantuan sosial.
- Kebijakan berbasis data menjadi kunci implementasi Pasal 33 UUD 1945, memerlukan data yang aktual, akurat, dan relevan.
- Kemensos dan BPS menggunakan DTSEN, dengan langkah konkret verifikasi dan validasi data dimulai dari tingkat desa.
Suara.com - Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka bersilaturahim ke Kantor Kementerian Sosial (Kemensos) dan membahas pentingnya akurasi data tunggal agar bantuan sosial dan program pemberdayaan berdampak nyata untuk mengentaskan kemiskinan.
Dalam pertemuan itu, Rieke menyampaikan bahwa pembenahan data merupakan persoalan mendasar yang selama ini kerap luput dari perhatian. Ia menegaskan, data yang aktual, akurat, dan relevan menjadi basis utama kebijakan pembangunan.
Rieke juga menekankan bahwa kebijakan berbasis data menjadi kunci implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, khususnya dalam bidang kesejahteraan sosial, dengan Kemensos sebagai salah satu leading sector.
Menurutnya, penguatan kebijakan berbasis data penting untuk meningkatkan kualitas data pemerintah. Ia menegaskan pendekatan data-driven harus menjadi arus utama kebijakan nasional.
“Kita tidak bisa lagi mengacu pada data-data yang kurang faktual, sehingga data-driven itu menjadi pengarusutamaan dari semua kebijakan yang digagas oleh Presiden Prabowo,” kata Rieke usai lakukan pertemuan dengan Mensos di kantor Kemensos, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kedatangan Rieke disambut Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Gus Ipul, sapaan akrabnya, menyebut pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat basis data nasional.
"Yang disampaikan Bu Rieke ini adalah bagian dari upaya untuk memperkuat data kita. Jadi dengan perspektifnya kita akan coba terus lakukan upaya-upaya ke depan supaya data kita lebih akurat,” ucapnya.
Rieke menjelaskan, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) dan dimutakhirkan bersama Kemensos kini menjadi acuan seluruh program pemerintah.
Meski demikian, ia menyebut masih terdapat pekerjaan rumah, terutama dalam hal pemutakhiran data yang bersifat dinamis. Pemutakhiran berkala serta partisipasi seluruh lapisan masyarakat dan jajaran pemerintah disebut menjadi kunci menghadirkan data akurat agar intervensi pemerintah benar-benar berdampak.
Baca Juga: Cara Cek NIK Terdaftar di DTKS untuk Penerima Bansos agar Tidak Salah Informasi
Dalam konteks Kemensos, penguatan data tersebut tercermin dalam penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan yang tepat sasaran.
“Kalau bansosnya tepat sasaran, itu akan efektif untuk meningkatkan kesejahteraan sosial,” jelas Gus Ipul.
Sebagai langkah konkret, Gus Ipul menyebut proses verifikasi dan validasi data kini dimulai dari tingkat desa.
“Mulai kemarin kita sudah bicara dengan Menteri Desa untuk menindaklanjuti, mulai dari tingkat desa. Itulah sebenarnya sesuai harapan dengan Bu Rieke. Jadi intinya semua yang kita diskusikan dalam rangka untuk menghadirkan data yang semakin akurat,” kata Gus Ipul.
Ia menambahkan, apabila terjadi perubahan data ke depan, pemerintah akan melakukan sosialisasi bersama pemerintah daerah dan wakil rakyat di parlemen agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.
“Mudah-mudahan ini menjadi pembelajaran buat kita semua,” kata Gus Ipul.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis