Depok.suara.com - Untuk pertama kalinya polusi mikroplastik berhasil dideteksi dalam darah manusia. Para peneliti menemukan partikel renik tersebut pada hampir 80% orang yang dites dalam studi.
Studi terbaru itu menunjukkan bahwa mikroplastik dapat mengalir di seluruh tubuh manusia dan mungkin bisa bersarang di organ. Untuk sementara, dampaknya terhadap kesehatan belum diketahui.
Meski demikian, para peneliti khawatir karena partikel tersebut menyebabkan kerusakan sel manusia di laboratorium. Di sisi lain, penelitian telah mengungkap bahwa partikel polusi udara menyebabkan jutaan kematian dini setiap tahun.
Saat ini polusi plastik ditemui di daratan bumi, laut, dan udara. Berbagai studi juga telah mengungkap bahwa manusia mengonsumsi mikroplastik melalui makanan dan minum, serta menghirupnya di udara. Partikel ini juga ditemukan di feses bayi dan orang dewasa.
Studi tersebut, terbit dalam jurnal Environment International, menganalisis sampel darah dari 22 donor anonim. Semuanya merupakan dewasa sehat. Hasilnya, para ilmuwan menemukan partikel di tubuh 17 peserta.
Setengah dari sampel mengandung plastik PET, yang biasa digunakan dalam botol minuman, sementara sepertiga mengandung polistirena, yang digunakan untuk mengemas makanan dan produk lainnya. Seperempat sampel darah mengandung polietilen, bahan baku kantong plastik.
“Studi kami adalah indikasi pertama bahwa kita memiliki partikel polimer dalam darah kita – ini adalah hasil terobosan,” kata Prof Dick Vethaak, ahli ekotoksikologi di Vrije Universiteit Amsterdam di Belanda, dikutip The Guardian, Selasa (20/9/2022).
“Tetapi kita harus memperluas penelitian dan meningkatkan ukuran sampel, jumlah polimer yang dinilai, dan sebagainya.” Dia menambahkan, studi lebih lanjut oleh sejumlah kelompok sudah berlangsung, katanya.
"Jika khawatir, itu sangat masuk akal. Partikel-partikel itu ada di sana dan diangkut ke seluruh tubuh," kata Vethaak.
Baca Juga: Susno Duadji Soal Koleksi Mobil Mewah di Garasi Rumah Ferdy Sambo: Kalau Gaji Polisi, Gak Wajar
Dia mengatakan, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa mikroplastik 10 kali lebih tinggi di kotoran bayi dibandingkan dengan orang dewasa dan bayi yang diberi botol plastik menelan jutaan partikel mikroplastik setiap hari.
“Kami juga tahu secara umum bahwa bayi dan anak kecil lebih rentan terhadap paparan bahan kimia dan partikel. Itu sangat membuatku khawatir," katanya.
Analisis tersebut mengadaptasi teknik eksisting untuk mendeteksi dan menganalisis partikel hingga ukuran 0.0007 mm. Beberapa sampel darah mengandung dua atau tiga jenis plastik.
Tim menggunakan jarum suntik baja dan tabung kaca untuk menghindari kontaminasi, dan menguji tingkat latar belakang mikroplastik menggunakan sampel kosong.
Vethaak mengakui bahwa jumlah dan jenis plastik sangat bervariasi antara sampel darah. Perbedaan tersebut mungkin mencerminkan paparan jangka pendek sebelum sampel darah diambil, seperti minum dari cangkir kopi berlapis plastik, atau memakai masker wajah plastik. Sehingga diperlukan studi lanjutan.
“Pertanyaan besarnya adalah apa yang terjadi dalam tubuh kita? Apakah partikel-partikel itu tertahan di dalam tubuh? Apakah mereka diangkut ke organ tertentu, seperti melewati penghalang darah-otak? Dan apakah kadar ini cukup tinggi untuk memicu penyakit? Kami sangat perlu pendanaan penelitian lebih lanjut untuk menjawabnya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim