Depok.suara.com - Racun tubuh atau toksin adalah zat asing yang bisa berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Racun tersebut dapat menganggu fungsi organ dan proses metabolisme tubuh , juga menyebabkan tubuh tidak memiliki daya imun yang kuat.
Apalagi jika di barengi dengan pola hidup yang tidak sehat seperti banyak makan dan minum sembarang serta kurang asupan sayur dan buah.
Racun yang masuk ke tubuh bisa berupa lemak, karbohidrat ( jika di konsumsi secara berlebihan ), urea, karbondioksida, polusi udara, zat pengawet dan pewarna makanan, zat perasa buatan, kuman/virus/bakteri, logam berat, serta zat kimia dari produk pupuk dan pestisida.
Tubuh sebenarnya mampu keluarkan toksin dengan sendirinya lewat liver dan ginjal. Tapi fungsi 2 organ tersebut bisa terganggu dan tidak bekerja secara maksimal akibat banyaknya tumpukan racun dan kotoran .
Pada akhirnya ketika kadar racun meningkat ke titik dimana tubuh tidak mampu mengimbanginya maka tubuh mulai mengalami berbagai gejala, menandakan perlunya detoksifikasi.
Di lansir dari laman Bright Side, berikut adalah beberapa gejala yang timbul saat tubuh penuh oleh toksin dan perlu detoksifikasi :
1. Berat Badan Bertambah Terus Menerus
Peningkatan berat badan yang terus-menerus, meskipun sudah memperhatikan konsumsi kalori dan berolahraga.
Banyak racun bersifat lipofilik yang menandakan bahwa mereka disimpan dalam lemak tubuh. Racun lipofilik mengandung pestisida dan dioksin yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak sel lemak untuk menyimpan lebih banyak racun di dalamnya.
2. Selalu Merasa Lelah
Jam tidur lebih dari cukup, tetapi tetap merasa lelah sepanjang waktu.
Ketika tubuh memiliki jumlah racun yang berlebihan, itu menciptakan banyak tekanan pada kelenjar adrenal. Beban racun jangka panjang dapat menyebabkan kelelahan adrenal yang membuat tubuh merasa lelah dan mengantuk.
Selain itu, beberapa racun seperti kafein sebenarnya dapat mengganggu fungsi adrenal secara negatif dengan memaksa tubuh tetap waspada sambil berjuang untuk mengeluarkan racun .
3. Insomnia
Jika merasa terus-menerus waspada dan stres, mungkin ada ketidakseimbangan dalam kadar kortisol tubuh. Kortisol adalah hormon yang dikeluarkan tubuh (terutama di malam hari) untuk menghilangkan stres.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Huawei Vision Smart Screen 6 Debut: Andalkan Super MiniLED hingga 98 Inci dan Fitur AI
-
Donald Trump Panik! Eks Penasihat Keamanan AS: Terjebak Perang Iran, Bingung Caranya Keluar
-
Hukum Meminta THR ke Saudara yang Sudah Kerja, Boleh atau Tidak?
-
Niat Licik Benjamin Netanyahu Tersebar, Iran Semakin Terdesak
-
BRI Imlek Prosperity 2026: Energi Tahun Kuda Api Dorong Transformasi Finansial
-
5 Fakta Kades Nyentrik Hoho Alkaf Dikeroyok Massa LSM: Baju Robek hingga Tuding Kapolsek Tak Sigap
-
Ustaz Kondang Inisial SAM Dipolisikan Kasus Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Nama Solmed Terseret
-
Menambal Luka Masa Kecil di Novel Biantama Karya Carissa Alda
-
Berlangsung di 3 Kota, Bersama 300 Nasabah Top Tier, Inilah BRI Imlek Prosperity 2026 Penuh Makna
-
Cara Membuat Thumbprint Cookies Cokelat ala Devina Hermawan, Cocok untuk Suguhan Lebaran!