/
Minggu, 25 September 2022 | 10:30 WIB
Najwa Shihab (Tangkapan layar)

Depok.suara.com - Najwa Shihab singgung soal berbagai upaya intimidasi yang harus dia hadapi dalam menjalankan profesinya. Publik lantas mengaitkan pernyataan terbaru jurnalis ternama itu dengan banyaknya sindiran yang belakangan dia terima, dari beberapa pihak, terkait pernyataannya soal institusi Polri. 

Sambil menggenggam piala penghargaan sebagai Public Figure Inspiratif Terpopuler di Indonesia Television Awards 2022, pendiri Narasi itu akhirnya buka suara. Dia mengatakan, bahwa berbagai upaya intimidasi bisa didapat bukan hanya olehnya melainkan oleh siapa saja.

“Dalam upaya untuk membicarakan kebenaran, selalu ada usaha untuk merobohkan nyali lewat intimidasi, beragam intimidasi, macam-macam bentuk intimidasinya,” ujar dia, dikutip dari akun TikTok @najwashihab, Minggu (25/9/2022).

“Tujuannya selalu satu, membangun rasa ngeri, menakut-nakuti supaya kita berhenti. Siapapun bisa mengalami itu termasuk teman-teman yang hadir di sini, kelompok yang begitu mudah dicintai, populer karena karya, dan tindakan sehari-hari yang menginspirasi,” kata Najwa.

Dengan demikian, jurnalis yang kerap dipanggil Nana itu melanjutkan bahwa perlu adanya kekompakan antar sesama, supaya manguatkan nyali demi tegaknya kebenaran. Menurutnya, ini penting agar menjaga keberanian satu sama lain.

“Mari saling menularkan nyali, memperjuangkan nilai integritas, toleransi, pentingnya partisipasi. Supaya selalu ada orang-orang di luar sana yang juga menolak berhenti dan terus berani,” ucap Najwa Shihab.

Dia melanjutkan, dalam era big data alias meluapnya informasi dan dusta, menurutnya tugas jurnalisme yang utama merupakan kepanjangan suara rakyat. Keberanian menyuarakan ini, lanjut Nana, harus dijaga bersama.

“Sesederhana itu sebenarnya yang saya lakukan dan dilakukan oleh begitu banyak jurnalis lain. Menyuarakan apa yang kami angap penting. Harus berani dibicarakan secara bersama-sama hari ini,” ujar dia.

Sebelumnya, seperti diketahui, Najwa Shihab dituntut menyampaikan permintaan maaf kepada Polri atas pernyataannya. Tuntutan untuk Najwa Shihab itu datang dari komunitas Sahabat Polisi.

Baca Juga: Laga Timnas Indonesia Vs Curacao Sepi Penonton, Warganet Nyinyir PSSI: Udah Bener di JIS

Sebelumnya, Najwa Shihab sempat mengkritik Polri yang anggotanya kerap bergaya serbamewah alias hedon.

Menanggapi hal itu, Direktur Sosial dan Budaya Sahabat Polisi Indonesia, Tengku Zanzabela menyarankan agar Najwa Shihab bersikap lebih objektif lagi di rahan publik.

Tengku Zanzabela menekankan bahwa kepolisian RI adalah institusi penting bagi bangsa dan negara, sehingga tak boleh disepelekan seperti demikian.

Alih-alih mengaku antikritik, ia melanjutkan bahwa justru Najwa Shihab yang mesti fokus pada kasus, daripada sibuk mengolok-olok institusi secara subjektif.

Load More