Depok.suara.com - Najwa Shihab singgung soal berbagai upaya intimidasi yang harus dia hadapi dalam menjalankan profesinya. Publik lantas mengaitkan pernyataan terbaru jurnalis ternama itu dengan banyaknya sindiran yang belakangan dia terima, dari beberapa pihak, terkait pernyataannya soal institusi Polri.
Sambil menggenggam piala penghargaan sebagai Public Figure Inspiratif Terpopuler di Indonesia Television Awards 2022, pendiri Narasi itu akhirnya buka suara. Dia mengatakan, bahwa berbagai upaya intimidasi bisa didapat bukan hanya olehnya melainkan oleh siapa saja.
“Dalam upaya untuk membicarakan kebenaran, selalu ada usaha untuk merobohkan nyali lewat intimidasi, beragam intimidasi, macam-macam bentuk intimidasinya,” ujar dia, dikutip dari akun TikTok @najwashihab, Minggu (25/9/2022).
“Tujuannya selalu satu, membangun rasa ngeri, menakut-nakuti supaya kita berhenti. Siapapun bisa mengalami itu termasuk teman-teman yang hadir di sini, kelompok yang begitu mudah dicintai, populer karena karya, dan tindakan sehari-hari yang menginspirasi,” kata Najwa.
Dengan demikian, jurnalis yang kerap dipanggil Nana itu melanjutkan bahwa perlu adanya kekompakan antar sesama, supaya manguatkan nyali demi tegaknya kebenaran. Menurutnya, ini penting agar menjaga keberanian satu sama lain.
“Mari saling menularkan nyali, memperjuangkan nilai integritas, toleransi, pentingnya partisipasi. Supaya selalu ada orang-orang di luar sana yang juga menolak berhenti dan terus berani,” ucap Najwa Shihab.
Dia melanjutkan, dalam era big data alias meluapnya informasi dan dusta, menurutnya tugas jurnalisme yang utama merupakan kepanjangan suara rakyat. Keberanian menyuarakan ini, lanjut Nana, harus dijaga bersama.
“Sesederhana itu sebenarnya yang saya lakukan dan dilakukan oleh begitu banyak jurnalis lain. Menyuarakan apa yang kami angap penting. Harus berani dibicarakan secara bersama-sama hari ini,” ujar dia.
Sebelumnya, seperti diketahui, Najwa Shihab dituntut menyampaikan permintaan maaf kepada Polri atas pernyataannya. Tuntutan untuk Najwa Shihab itu datang dari komunitas Sahabat Polisi.
Baca Juga: Laga Timnas Indonesia Vs Curacao Sepi Penonton, Warganet Nyinyir PSSI: Udah Bener di JIS
Sebelumnya, Najwa Shihab sempat mengkritik Polri yang anggotanya kerap bergaya serbamewah alias hedon.
Menanggapi hal itu, Direktur Sosial dan Budaya Sahabat Polisi Indonesia, Tengku Zanzabela menyarankan agar Najwa Shihab bersikap lebih objektif lagi di rahan publik.
Tengku Zanzabela menekankan bahwa kepolisian RI adalah institusi penting bagi bangsa dan negara, sehingga tak boleh disepelekan seperti demikian.
Alih-alih mengaku antikritik, ia melanjutkan bahwa justru Najwa Shihab yang mesti fokus pada kasus, daripada sibuk mengolok-olok institusi secara subjektif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
5 Rekomendasi Toko Sepeda Online Tepercaya di Indonesia, Koleksinya Lengkap
-
Ayah dan Anak di Cilegon Tewas Usai Motornya Ditubruk Mobil Honda CRV
-
Tren Rumah Makin Personal, Setiap Sudut Hunian Kini Dirancang Sesuai Gaya Hidup Penghuninya
-
Ketika Ruang Belajar Berubah Menjadi Tempat Kekerasan
-
Pohon Besar Tiba-tiba Ambruk di Lokasi Kerusuhan Matraman, Timpa Tenda Pedagang
-
Kuasa Hukum Febrie Soroti 'Zona Abu-Abu' Kasus TPPU: Predicate Crime Belum Jelas
-
Dipicu Semak Kering dan Angin, Lahan Perbukitan Desa Pasirbaru Cisolok Hangus Terbakar
-
Tim Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Kematian Sutrismo
-
Ketika Tumpukan Kardus Paket Menjadi Jejak Perilaku Konsumsi Gen Z
-
Diklaim Minta Berunding, Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi Rahasia dengan Amerika Serikat