Depok.suara.com - Belum lama ini, kisruh perselingkuhan Lesti Kejora dengan Rizky Billar menjadi sorotan warganet. Terlebih, Rizky Billar melakukan kekerasan pada pedangdut Lesti Kejora.
Tak hanya itu, sebelumnya, perselingkuhan Reza Arap juga ramai diperbincangkan. Apalagi, Reza mengaku sebagai keturunan seorang playboy, yang menjadi alibinya untuk mewajarkan perselingkuhannya.
Pertanyaannya, benarkah selingkuh bisa dipengaruhi faktor genetik?
Psikolog Kantiana Taslim mengatakan bahwa meski tak menjadi faktor tunggal, namun playboy memang bisa dipengaruhi faktor genetik.
"Jika memang ada gen yang mempengaruhi, sejauh ini seperti yang disebutkan kalaupun ada, bukan jadi faktor penyebab tunggal," ujar Kantiana dikutip dari berbagai sumber, Jum'at (30/9/2022).
Kantiana merujuk kepada sebuah penelitian yang menemukan bahwa dalam gen tertentu yang disebut 'thrill-seeking gen' bisa memengaruhi sifat impulsif seseorang. Sifat ini bisa menimbulkan gairah dan kepuasan yang tinggi.
"Perilaku-perilaku seperti ini [contoh: perselingkuhan] yang terjadi, tentu saja dapat dicegah ya. Enggak lantas karena ada gen tertentu, [lalu] perilakunya dibenarkan," ujarnya.
Menurut Kantiana, pembentukan karakter seseorang tak dapat ditentukan oleh faktor tunggal. Ada banyak faktor yang bisa membentuk kepribadian atau perilaku seseorang.
Dalam kasus perselingkuhan, lanjut Kantiana, ada faktor lingkungan yang berperan. Misalnya saja faktor keluarga, internal diri sendiri, maupun masalah yang terjadi pada pasangan.
Baca Juga: Vaksin Meningitis Langka, Wapres: Jangan Sampai Bikin Kendala Orang Umrah
"Faktor lingkungan dan keluarga biasanya ikut memengaruhi ketika memang individu mengalami atau melihat orang tua maupun seseorang dalam hidupnya terlibat dalam perselingkuhan," kata Kantiana.
Kantiana mengatakan, perselingkuhan yang dilakukan orang terdekat membuat seseorang tak bisa mendapatkan pemahaman soal hubungan yang sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran