/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:31 WIB
Potret tangkapan layar video tragedi Stadion Kanjuruhan Malang usai laga Arema vs Persebaya Surabaya (Instagram)

Depok.suara.com, Menindaklanjuti kasus kericuhan atau tragedi pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan yang dikabarkan hingga menelan korban jiwa, PSSI langsung bertolak ke Malang untuk melakukan investigasi secara menyeluruh.

Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Irjen Pol (Purn) Erwin Tobing mengatakan bahwa pihaknya sangat menyesalkan kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, yang kemudian merembet di area di sekitar stadion.

‘’Setelah mendapat laporan dari PT Liga Indonesia Baru, kami segera menyidangkan kasus ini," ujarnya seperti dilansir laman PSSI.

Lebih lanjut Erwin mengatakan, Arema bisa jadi dalam sisa pertandingan kompetisi BRI Liga 1 musim ini tidak akan diperkenankan menjadi tuan rumah. Selain itu sanksi lainnya juga menanti.

Namun demikian, kata Erwin, pihaknya belum dapat memastikan berapa korban yang meninggal atau terluka dalam insiden tersebut.

"Jika ada korban yang meninggal itu sudah menjadi ranah pidana dan akan ditindaklanjuti oleh kepolisian," katanya.

‘’Kita dukung aparat Kepolisian untuk menindaklanjuti insiden ini. Siapapun yang salah harus dihukum," sambungnya.

Untuk itu, lanjut Erwin, pihaknya segera bertolak ke Malang  untuk mengetahui kejadian sebenarnya. 

"Hal tersebut dilakukan agar saat sidang Komdis nanti bisa memutuskan hukuman apa yang layak diberikan kepada Arema," tandasnya.

Baca Juga: Telkomsel Gelar Acara Puncak Tinc Batch 7

Load More