/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:24 WIB
Suasana tribun Stadion Kanjuruhan penuh asap gas air mata yang ditembakan aparat keamanan saat kerusuhan suporter Arema, Sabtu 1 Oktober 2022. (Istimewa)

PURWOKERTO.SUARA.COM - Kerusuhan suporter usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya menewaskan 153 orang. Indonesia kini dalam bayang-bayang sanksi FIFA, yang terburuk bisa jadi pencabutan Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023.

Berkaca pada tragedi Heysel yang mempertemukan Liverpool vs Juventus di final Liga Champions 1984-1985, yang juga menewaskan suporter maka Indonesia juga berpotensi mendapat sanksi FIFA. Terlebih, korban kerusuhan Arema vs Persebaya lebih banyak.

Tragedi Heysel yang terjadi pada 29 Mei 1985 dalam laga final Liga Champions antara Liverpool dan Juventus menewaskan 39 orang. Kala itu, tembok stadion Heysel runtuh dan menyebabkan korban jiwa.

Dan yang lebih parah, aparat keamanan menggunakan gas air mata untuk mengendalikan massa. Padahal penanggulangan kerusuhan suporter dengan gas air mata dilarang oleh FIFA. 

Hal ini tertuang dalam pasal 19 aturan FIFA tentang Stadium Safety and Security Regulations. Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta beralasan pihaknya menembakkan gas air mata karena suporter yang masuk ke lapangan mulai bertindak anarkis.

Kerusuhan pecah setelah Arema kalah tipis 2-3 dari rival sesama dari Jawa Timur, Persebaya. Suporter yang kecewa meluapkan emosi dengan masuk ke lapangan dan mulai melakukan perusakkan.

Aparat keamanan yang bertugas langsung bereaksi membubarkan massa yang membanjiri lapangan hijau. Karena kerusuhan semakin massiv, polisi melepas gas air mata ke arah tribun. 

Tak pelak suporter yang masih di tribun dan yang keluar dari lapangan berdesakan.Padahal FIFA melarang aparat menggunakan gas air mata dalam penanganan kerusuhan suporter di dalam stadion.

Sebagian besar korban yang meninggal disebabkan sesak napas dan terinjak karena berdesakkan saat mencoba keluar stadion. Mereka yang meninggal bukan lantaran bentrok dengan suporter Persebaya, karena suporter Persebaya sedang dalam larangan menonton di stadion.

Baca Juga: Gara-gara Insiden Suporter Arema FC, Indonesia Terancam Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023

Load More