Depok.suara.com - Kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo belum terungkap motifnya. Tetapi pihak Ferdy Sambo masih terus mengatakan bahwa penembakan tersebut dilakukan karena Brigadir J melakukan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.
Tetapi banyak pihak yang meragukan motif yang disampaikan oleh Ferdy Sambo tersebut, termasuk pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Bahkan dirinya mengungkap bahwa dugaan motif lain sehingga Brigadir dieksekusi dengan timah panas.
Hal ini seperti yang dilihat Suara.com di video unggahan kanal YouTube Refly Harun. Tampak sang ahli hukum tata negara yang mengutip ulang pernyataan Kamaruddin ketika ditemui di Universitas Pancasila, Rabu (28/9/2022).
"Brigadir J itu, ada terindikasi dia anggota agen ganda, kemudian dia dianggap saksi yang membuka aibnya dia ke istrinya. Maka untuk menghilangkan jejak ini saksi atau informan harus dibunuh," ujar Kamaruddin yang dibacakan kembali oleh Refly, dikutip pada Senin (3/10/2022).
Kamaruddin mengklaim mengantongi banyak informasi mengenai aib-aib Sambo yang dimiliki oleh Brigadir J.
"(Brigadir J) miliki informasi soal 303, peredaran narkoba, sabu-sabu, minuman keras, hingga peredaran smokel-smokel mobil R," katanya melanjutkan.
Hanya saja Kamaruddin tidak membeberkan detail soal keterlibatan Sambo dalam peredaran ilegal tersebut, meski sekarang satu-persatu kedok Sambo disebut mulai terbongkar.
"303 sekarang sudah terbukti, Rp155 triliun loh alirannya, dibuktikan oleh PPATK bukan oleh saya. Apa yang saya ucapkan itu terbukti," jelasnya.
Karena itulah Kamaruddin mendesak agar motif pembunuhan kliennya terbuka sejelas mungkin di persidangan. "Tidak ada pelecehan, ngarang-ngarang!" pungkasnya.
Baca Juga: Spanyol Dominasi Puncak ATP, Rafael Nadal di Bawah Carlos Alcaraz
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Brigadir J Terindikasi Agen Ganda Dianggap Simpan dan Bongkar Aib Ferdy Sambo Jadi Alasan Dieksekusi, Benarkah?
-
Kejamnya Rombongan Brigjen Hendra, Kematian Brigadir J Disebut Aib hingga Perlakukan Keluarga bak Teroris
-
Pengacara Sebut Brigadir J Terindikasi Agen Ganda, Harus Dibunuh Akibat Buka Aib Sambo
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Dasco Temui Ratusan Mahasiswa yang Gelar Aksi di Depan DPR
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Erick Thohir Akui Kurang Tidur Gara-gara Nonton Piala Dunia 2026, Jagokan Argentina dan Prancis
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1
-
Persib Bandung dan Federico Barba Resmi Berpisah
-
Usai Bertemu Presiden, John Herdman Fokus Persiapkan Timnas Indonesia Hadapi Dua Kompetisi Ini
-
PSS Sleman Resmi Tunjuk Pieter Huistra sebagai Pelatih untuk Super League 2026/2027