/
Jum'at, 07 Oktober 2022 | 06:42 WIB
TKP penguburan mayat di septic tank (Polres Way Kanan)

Depok.suara.com - Teka-teki hilangnya satu keluarga di Desa Marga Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, setahun lalu akhirnya terungkap. Warga menemukan satu keluarga tersebut tewas dalam sebuah septic tank.

Tragisnya lagi, lubang septic tank tersebut ditutup dengan cara dicor menggunakan semen. Sehingga warga tidak mengetahui keberadaan jasad para korban.

"Hari ini (siang) rencananya semua korban akan diangkat. Ada satu lagi korban yang dikubur di kebun singkong,” ujar Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna, kepada awak media, Kamis (6/10/2022).

Teddy Rachesna menyebutkan, kedua pelaku adalah E (38) dan DW (17) dan keduanya merupakan cucu Zainudin. Ia menjelaskan, satu pelaku ditangkap di Kecamatan Merby Mataram, Lampung Selatan. Sementara DW diringkus di Desa Marga Jaya, Kecamatan, Negara Batin.

Teddy mengatakan, E membunuh empat korban lalu membuang jasad mereka ke dalam septic tank tak jauh dari rumah korban. Sementara satu pelaku lainnya, DW membunuh Juwanda dan membuang jasadnya ke kebun.

Motif pelaku

Lebih jauh Teddy menjelaskan, motif kedua tersangka melakukan pembunuhan keji itu adalah rebutan harta warisan milik Zainudin.

Kronologi Menghilangnya Satu keluarga

Sementara itu, Kepala Desa Marga Jaya, M Yani mengatakan, jasad di dalam septic tank itu diduga kuat adalah keluarga Zainudin. Yani mengatakan, diduga keluarga Zainudin itu menghilang sejak Oktober 2021 lalu.

Baca Juga: Sanksi Tak Dibahas Oleh FIFA, PSSI Sebut Gianni Infantino Hanya Minta Nomor Presiden Jokowi

"Saya shalat subuh waktu itu, biasanya ada Pak Zainudin jamaahan di masjid. Saya tanyalah ke warga lain kok Pak Zainudin nggak ada," kata Yani, Kamis (6/10/2022) siang.

Setelah salat subuh, Yani dan tetangga korban mengunjungi rumah Zainudin. Namun di rumah itu hanya ada anak korban berinisial E.

"E ini bilang kalau bapak dan ibunya itu pergi ke gunung, meladang," kata Yani.

Menurut Yani, warga sempat curiga lantaran E menjual tanah milik Zainudin. Saat ditanya kenapa tanah itu dijual, E mengaku disuruh orangtuanya sebagai pembayaran utang.

Hingga pada Desember 2021, adik tiri E yakni Juwanda pulang ke rumah dan bertanya kemana Zainudin. Yani mengatakan, keduanya lalu pergi ke gunung untuk mencari Zainudin, namun kembali ke rumah dengan tangan kosong, orangtuanya tidak ditemukan.

Hingga pada Kamis (6/10/2022), ditemukan empat jasad di dalam septic tank di belakang rumah Zainudin.

Dari keterangan yang dihimpun kepolisian, anggota keluarga Zainudin dikabarkan menghilang itu adalah Zainudin (ayah), Siti Romlah (ibu), Wawan (anak), dan anak Wawan yang berusia 5 tahun.

Keempat orang ini diduga adalah jasad para korban yang ditemukan di dalam septic tank. Sedangkan satu korban lain yang ditemukan di perkebunan singkong diduga bernama Juwanda, adik dari Wawan.

Load More