Depok.suara.com, Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Akhmad Hadian Lukita ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tragedi Stadion Kanjuruhan Malang lantaran dianggap memanipulasi hasil verifikasi Stadion.
Hal tersebut dikatakan Kapolri Jendral Polisi Listiyo dalam koferensi pers di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022) malam.
"Berdasarkan hasil pendalaman, ditemukan bahwa PT LIB selaku penyelenggara Liga 1 tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan," kata Kapolri.
Lebih lanjut Kapolri mengatakan, terakhir kali PT LIB melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan yaitu pada tahun 2020, yang didalamnya terdapat catatan terkait masalah keselamatan penonton dan tidak menindak lanjuti catatan yang diberikan untuk melakukan perbaikan.
Selain itu, kata Kapolri, berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan fakta bahwa penonton yang hadir saat pagelaran Arema FC bs Persebaya Surabaya ini sebanyak 42 ribu orang dengan kapasitas Stadion hanya 30 ribu orang.
Terkait hal tersebut, panitia penyelenggara juga tidak mempersiapkan rencana darurat untuk menangani situasi khusus.
"Pada saat kita dalami, dari panitia penyelenggara tidak menyiapkan rencana darurat untuk menangani situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Regulasi Keselamatan Keamanan PSSI Tahun 2021," terang Kapolri.
Akibat kelalaian tersebut, lanjut Kapolri, menyebabkan adanya konsekuensi terhadap pertanggung jawaban.
"Berdasarkan dengan peristiwa dan pendalaman yang terjadi maka tim investigasi melakukan dua proses, yaitu pemeriksaan pidana dan internal anggota Polri yang menembakkan gas air mata," katanya.
Baca Juga: Sebagian Wilayah Sumsel Sudah Memasuki Musim Hujan
Sebelumnya diketahui, Polres Malang telah meminta kepada PT LIB untuk memajukan pertandingan yang sebelumnya dimulai pukul 20.00 WIB menjadi 15.30 WIB untuk alasan keamanan.
Namun, permintaan tersebut ditolak oleh PT LIB karena mempertimbangkan konsekuensi yang akan ditanggung, seperti adanya pembayaran ganti rugi.
Pertandingan tersebut pun tetap dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB dan selesai pada pukul 22.00 WIB. Namun setelah selesai pertandingan sejumlah suporter masuk ke area lapangan yang menyebabkan kerusuhan, kerusuhan semakin besar ketika flare dilemparkan.
Sejumlah petugas keamanan gabungan yang berasal dari Polisi dan TNI menghalau kerusuhan dengan menggunakan gas air mata.
Para penonton pun berdesak-desakan untuk segera keluar dari stadion. Tetapi beberapa pintu stadion tidak bisa dibuka dan ada beberapa penjaga pintu yang tidak berada di tempat.
Sumber: Suara com
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
The Hunger Games: Sunrise in the Reaping Tampil Lebih Gelap, Ini Bocoran Trailernya
-
BRI Perkuat Digitalisasi, Tebus Gadai di BRImo Dapat Cashback 10%
-
Polda Kepri Tetapkan Bripda AS Tersangka, Inilah Kronologi Tewasnya Polisi Muda
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Hadirkan Fitur Tebus Gadai di BRImo
-
BRI Luncurkan Fitur Tebus Gadai di BRImo, Promo 10% Sampai Juni 2026
-
Jelang Lawan PSG, Szoboszlai Tantang Fans Liverpool: Percaya Gak The Reds Bisa Comeback?
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Tebus Gadai di SuperApps BRImo, BRI Hadirkan Cashback 10%
-
Transaksi Tebus Gadai Kini Bisa via Super Apps BRImo dari BRI, Cashback 10% Menanti
-
Menteri Ekonomi Kreatif Ikut Kena Imbas Gara-Gara Pernikahan Teuku Rassya