Suara.com - Setelah penantian berhari-hari, akhirnya pihak kepolisian menetapkan tersangka atas tragedi yang terjadi di stadion Kanjuruhan pada awal Oktober 2022 lalu. Hingga saat ini, tersangka berjumlah 6 orang yang berasal dari pengelola liga serta pihak kepolisian sendiri. Tapi apa peran 6 tersangka tragedi Kanjuruhan ini sebenarnya?
Berdasarkan penelusuran dan hasil investigasi, keenam tersangka ini memiliki peran atas terjadinya tragedi pada pertandingan di stadion tersebut.
Daftar Tersangka dan Perannya
Kepolisian menetapkan 6 orang tersangka atas tragedi Kanjuruhan. Tiga orang merupakan polisi, dan tiga orang lainnya sipil. Mereka adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) AHL, ketua panitia pelaksana pertandingan Arema FC AH, security officer SS, Kabag Ops Polres Malang Wahyu SS, Sanki 3 Brimob Polda Jatim H, dan Kasat Samapta Polres Malang TSA.
Direktur Utama PT LIB AHL dianggap tidak menjalankan tanggung jawab yang dimilikinya untuk memverifikasi stadion Kanjuruhan. Hal ini karena markas Arema FC tersebut ternyata hanya mengantongi verifikasi tahun 2020 untuk Liga 1 yang dilaksanakan pada musim 2022/2023.
Ketua Panpel Arema FC atas nama AH, disangka melakukan kesalahan di berbagai regulasi tentang keamanan. Ia dianggap melanggar pasal 359 dan 360 KUHP Pasal 103 jo Pasal 52 Nomor 11 Tahun 2022. Panpel dianggap tidak melaksanakan aturan dengan tidak membuat dokumen keselamatan. Selain itu ia juga mengabaikan permintaan pihak keamanan dengan kondisi di lapangan, dan melakukan penjualan tiket di atas kapasitas stadion.
Sementara itu, Security Officer dengan inisial SS juga turut berperan dalam kesalahan yang dilakukan Panpel. Ia tidak membuat dokumen penilai risiko untuk pertandingan. SS juga memerintahkan steward meninggalkan pintu gerbang saat terjadi insiden. Padahal seharusnya steward harus standby di pintu tersebut.
Sementara pada tersangka yang berasal dari anggota kepolisian sendiri yakni anggota Brimob Polda Jatim inisial menjadi orang yang memerintahkan anggota kepolisian untuk menembakkan gas air mata, sementara TSA juga melakukan hal yang sama. Untuk tersangka WS, perannya adalah tidak mencegah atau melarang penggunaan gas air mata, padahal ia mengetahui terkait adanya aturan FIFA terkait larangan penggunaan gas air mata.
Menjadi Perhatian Media Internasional
Baca Juga: Giring PSI Angkat Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Jadi Anak Asuh, Janji Kirim Uang Tiap Bulan
Tragedi Kanjuruhan sendiri merupakan tragedi besar, bahkan dalam skala dunia. Tidak sedikit yang kemudian turut meliput, memberitakan, dan menyampaikan keprihatinannya. Idealnya dengan keikutsertaan berbagai pihak dalam mengabarkan dan melakukan investigasi, kasus ini bisa lekas menemukan titik terang.
Semoga, tragedi Kanjuruhan menjadi yang terakhir dalam dunia persepakbolaan Indonesia. Perubahan total dari semua pihak wajib dilakukan, dan kebesaran hati dari setiap pihak juga terus dinantikan.
Itu tadi sedikit penjelasan terkait peran 6 tersangka tragedi Kanjuruhan yang bisa dikabarkan. Semoga seiring berjalannya waktu, segera ditemukan penyelesaiannya, dan pertanggungjawaban setiap pihak dapat diberikan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Giring PSI Angkat Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Jadi Anak Asuh, Janji Kirim Uang Tiap Bulan
-
Kapolri Ungkap Ada 11 Tembakan Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan, 7 di Antaranya ke Tribun
-
Bung Towel Tegas Tuntut Mundur Penjabat PSSI, Ahmad Riyadh: Enak Aja Mundur, Nanti Tafsirnya Macam-macam
-
Kapolri Sebut Ada 11 Sasaran Tembak Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan, Ke Mana Saja?
-
Daftar 11 Sasaran Tembak Gas Air Mata di Tragedi Kanjuruhan, ke Mana Saja?
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
-
Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan