Depok.suara.com - Saat ini Ekonomi dunia dihadapkan oleh krisis dahsyat. Pernyataan ini sudah sering didengungkan oleh berbagai lembaga internasional.
Dana Moneter Internasional (IMF) menegaskan prospek ekonomi global 'gelap' mengingat guncangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, serangan Rusia ke Ukraina, dan bencana iklim di semua benua. Parahnya adalah hal itu bisa menjadi lebih buruk.
Alhasil, IMF memangkas proyeksi ekonomi global pada tahun depan menjadi 2,7% dari sebelumnya 2,9%. Kondisi gelap dalam ekonomi dunia juga digaungkan oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam berbagai kesempatan.
Publik pun tentu bertanya-tanya terkait dengan peringatan dunia gunjang-ganjing tahun depan. Ekonom terkenal di dunia yang dijuluki 'Mr. Doom', Nouriel Roubini, memprediksi dunia tengah memasuki era baru krisis stagflasi hebat yang belum pernah ada sebelumnya.
Pandangan menyeramkan Roubini, yang merupakan profesor di New York University, tentang masa depan ekonomi global ini dimuat dalam artikel di Majalah Time.
Judulnya cukup menarik, yakni "We're Heading for a Stagflationary Crisis Unlike Anything We've Ever Seen". Tulisan ini diterbitkan pada Kamis (13/10/2022).
Dalam tulisannya, Roubini menuturkan ekonomi telah teracuni kombinasi antara pertumbuhan yang rendah dan inflasi yang tinggi, atau stagflasi yang membawa dunia pada kebangkrutan besar-besaran dan krisis keuangan yang berjenjang hingga beberapa tahun ke depan.
Menurutnya, saat ini dunia sedang memasuki era baru ekonomi global setelah era hiper-globalisasi. Terlebih dunia juga telah memasuki geopolitik yang relatif stabil, dan inovasi teknologi yang telah menjaga tingkat inflasi sejak era perang dingin.
Ramalan Roubini dipercaya selalu tepat, seperti halnya ketika dia meramal krisis suprime mortgage di Amerika Serikat (AS) pada 2008, yang menjadi krisis global.
Baca Juga: Henry Yosodiningrat: kalau Teddy Minahasa Bersalah, Saya Bereaksi Minta kalau Perlu Hukuman Mati
Saat itu, dia mengatakan bahwa perekonomian AS akan mengalami krisis akibat krisis perumahan pada 2006, ketika banyak bank investasi membuat prediksi ekonomi akan optimis naik.
Ramalan Roubini benar-benar menjadi nyata. Dimulai oleh krisis pasar perumahan AS pada 2007 dan Fed tak mampu berbuat apa-apa sehingga meledak jadi krisis global 2008. Kini, setidaknya ramalan kecil darinya soal resesi ekonomi AS yang diprediksi jauh hari juga terbukti nyata.
"Secara teknikal AS tahun ini sudah resesi, hanya saja belum secara formal, karena sektor lapangan pekerjaan masih kuat," papar Roubini.
Dia berargumen krisis ini diakibatkan oleh tren pemicu inflasi yang mulai meningkat. Seperti populasi menua, perubahan iklim, gangguan pasokan, proteksi dagang, atau 'pemulihan industri' yakni tren 'pulang kampungnya' pebisnis global yang mulai menarik kembali investasinya ke negeri asal.
Sebagai respon inflasi, bank sentral-bank sentral akan dipaksa menaikkan suku bunga kembali pada level yang normal, setelah sekian lama suku bunga bergerak berlawanan arah.
"Normalisasi kebijakan moneter yang cepat dan kenaikan suku bunga akan mendorong rumah tangga, perusahaan, lembaga keuangan, dan pemerintah ke dalam kebangkrutan dan gagal bayar utang," ujarnya Roubini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Piala Dunia 2026 Terpanas Sepanjang Sejarah, Tuchel Andalkan WAGs untuk Bikin Adem Pemain
-
Bunga Zainal Berharap Oknum Polisi yang Terima Suap Kasus Suaminya Dipecat
-
Mitos Keuntungan Tuan Rumah Piala Dunia: Banyak yang Gagal, Cuma 6 yang Juara
-
Rupiah Ambruk, Plesiran Warga RI ke Luar Negeri Ikutan Anjlok
-
Viral Tagihan Listrik Naik di Medsos, PLN Ungkap Penyebabnya
-
Ratusan Driver Gojek Yogyakarta Turun ke Jalan, Loyalitas pada Sosok yang Dianggap Mengubah Nasib
-
Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
-
Teddy Klaim Prabowo Pakai Dana Pribadi untuk Kunjungan Luar Negeri, Celios: Buktinya Mana?
-
Syarat Gencatan Senjata Permanen Iran, Israel Wajib Angkat Kaki dari Lebanon
-
Spesifikasi Huawei Nova 16: Andalkan Chip Kirin Kencang, Pesaing POCO X8 Pro Max