Depok.suara.com - Para ilmuwan di Universitas Boston mengklaim telah menciptakan varian baru Covid-19 dengan tingkat kematian 80%. Varian baru itu diciptakan dengan menggabungkan varian Omicron yang sangat menular dari virus corona dengan virus corona jenis asli Wuhan.
Penelitian, yang mirip eksperimen yang dianggap telah menciptakan virus itu telah menyebabkan kemarahan besar di media sosial.
Mengutip dari CNN, Jum'at (21/10/2022), dalam makalah penelitian yang diterbitkan pekan lalu, para ilmuwan menjelaskan mereka mengisolasi protein lonjakan varian Omicron dan menggabungkannya dengan "tulang punggung" dari strain asli yang beredar pada awal 2020.
“Proses ini menciptakan virus yang dengan kuat lolos dari induksi vaksin…kekebalan dan menimbulkan penyakit serius pada tikus laboratorium, 80% di antaranya meninggal selama pengujian,” papar makalah itu, dilansir RT pada Senin (17/10/2022).
Sementara tim mengakui strain mutan mereka kemungkinan akan kurang mematikan pada manusia daripada tikus, mereka menemukan bahwa itu menghasilkan partikel virus lima kali lebih banyak dalam sel paru-paru manusia yang tumbuh di laboratorium jika dibandingkan dengan varian Omicron.
Makalah tersebut belum ditinjau oleh rekan sejawat. Berita penelitian tersebut menyebabkan kemarahan netizen, karena diyakini secara luas bahwa penelitian “keuntungan-fungsi” serupa, istilah yang menggambarkan perubahan patogen untuk meningkatkan potensinya, di Institut Virologi Wuhan di China menyebabkan pandemi Covid-19 global yang membunuh jutaan orang.
AS dilaporkan mendanai penelitian semacam itu di Institut Wuhan, meskipun masih belum jelas apakah virus corona spesifik yang menyebabkan pandemi berasal dari laboratorium tersebut.
"Ini harus benar-benar dilarang, ini bermain dengan api," ujar mantan kepala Institut Riset Biologi Israel Shmuel Shapira tentang eksperimen Boston.
“Berapa kali ahli virologi mengatakan mereka tidak membuat virus SARS chimeric lebih mematikan? Berapa banyak???" ungkap tweet reporter Paul Thaker.
Baca Juga: Begini Tahapan KLB PSSI jika Memungkinkan Terjadi
Tim Boston bukan satu-satunya ilmuwan yang kembali ke penelitian yang berpotensi berbahaya bagi umat manusia setelah pandemi Covid-19.
EcoHealth Alliance, perusahaan swasta yang bertanggung jawab atas sebagian besar penelitian fungsi-fungsi pra-2020 Institut Wuhan, dianugerahi hibah USD650.000 atau Rp9,7 miliar oleh AS bulan lalu untuk mempelajari “potensi kemunculan virus corona kelelawar di masa depan di Myanmar, Laos, dan Vietnam.”
Berita Terkait
-
Update COVID-19 Jakarta 20 Oktober: Positif 784, Sembuh 877 dan Meninggal 1 Orang
-
Viral Video Rizky Billar dengan Natasha Wilona, Tatapan Suami Dede Lesti Jadi Sorotan Netizen: Cocok Banget
-
Sosialita Downgrade! Terendus Mulai Bangkrut, Syahrini Diduga Datangi Hotel Mewah di Singapura Cuma Numpang Foto, Warganet: Numpang Kencing Doang Kali
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
OJK Buka Suara soal Isu MUFG Mau Caplok Bank Danamon
-
Misteri Rp 100 Miliar Sapi Kurban Prabowo, Menkeu Purbaya Ngaku Tak Tahu
-
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026, Hugo Broos Rilis 26 Pemain Akhiri Kutukan 16 Tahun
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Simak Harga Kurs Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA, Ada yang Jual Rp17.950
-
Riang tapi Berani, IDID Dobrak Batasan dalam Meraih Mimpi di Lagu Fly!
-
Harga Cabai Meledak, Telur dan Daging Sapi Ikut Bikin Dompet Menjerit
-
J Trust Bank Kantongi Laba Bersih Rp 56,32 Miliar Hingga April 2026
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Trump Bikin Pasar Bergejolak, Harga Minyak Dunia Langsung Naik Tajam