/
Sabtu, 29 Oktober 2022 | 18:43 WIB
Ilustrasi apa itu blockchain untuk pemilu - Amien Rais (Youtube/amien rais official)

Depok.suara.com - Pidato Jokowi dalam acara HUT ke-58 Golkar masih menjadi pembahasan hingga kini. Ketika itu Jokowi menyampaikan agar partai berlambang beringin itu tidak 

sembrono dalam memilih atau mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapre) untuk Pilpres 2024 mendatang.

"Jangan sembarangan menentukan calon pilot dan co-pilot yang akan dipilih oleh rakyat. Jangan sembarangan pilih capres cawapres. Saya yakin Golkar akan dengan cermat, teliti, akan dengan hati-hati, tidak sembrono dalam mendeklarasikan capres dan cawapres 2024. Dan saya meyakini bahwa yang akan dipilih oleh partai Golkar ini adalah tokoh-tokoh yang benar," kata Jokowi di JIExpo, Jumat (21/20/2022).

Mendengar pidato tersebut politisi Amien Rais ikut buka suara dan berkomentar pedas soal pernyataan Jokowi tersebut. Dia menyebutkan bahwa pernyataan presiden itu layaknya ditunjukkan kepada diri sendiri.

"Ketika saya mendengar pidato Pak Jokowi itu saya berpikir apakah Pak Jokowi sedang menepuk air didulang terpercik muka sendiri?" kata Amien Rais dikutip dari wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Sabtu (29/10/2022).

Pasalnya Amien Rais menilai karir politik Jokowi telah dipersiapkan sejak awal. Bagi Ketua Majelis Dewan Syura Partai Ummat itu, karir mulus Jokowi bermula sebagai pedagang mebel dan pengusaha kayu hingga menjadi Wali Kota Solo.

"Saya langsung ingat betapa sebuah mesin politik dan mesin keuangan dan tentu ada operasi politik dan mungkin juga operasi intelijen yang dapat berhasil memoles Jokowi waktu itu yang hanya berdagang mebel dan pengusaha kayu sehingga lantas bisa menjadi Wali Kota Solo," imbuh Amien Rais.

Tetapi Jokowi yang baru menjabat sebentar sebagai Gubernur DKI Jakarta. Malah kemudian mencalonkan diri sebagai Presiden hingga saat ini.

"Belum selesai dengan periode kedua baru 2 tahun kemudian lari ke Jakarta ikut berkompetisil, dan berhasil menjadi Gubernur DKI. Tahun 2012 itu Pak Jokowi sudah jadi gubernur, mestinya itu sampai 2017. Tapi baru 2 tahun Pak Jokowi sudah ikut pemilihan presiden dan bisa menang," sambungnya.

Baca Juga: Dahsyat! Ini Manfaat Hadiahi Surat Al Fatihah Untuk Diri Sendiri

Karena itulah pernyataan Jokowi  mewanti-wanti untuk tak sembrono pilih capres dipersoalkan oleh Amien Rais. Karena baginya, Jokowi yang selama ini bertindak sembrono ketika terjun dalam dunia politik.

"Apa Pak Jokowi lupa pada sejarahnya sendiri. Nah maka bila hasil presidensi keberhasilan Jokowi itu kita lihat sekarang ini maka kita segera mengetahui bahwa memang proses politik yang dilewati Pak Jokowi dari Walikota Solo sampai presiden itu memang ya sembrono tidak ada kecermatan dan tidak ada kehati-hatian," jelas Amien.

Kemudian, Amien menyinggung lagi terkait pernyataan Jusuf Kalla yang menyatakan apabila Jokowi yang memimpin maka Indonesia bisa hancur.

"Saya masih ingat Pak Jusuf Kalla mengatakan 'kalau Pak Jokowi ikut jadi capres ikut pertandingan Presiden itu ya maka negara Indonesia bisa hancur'. Itu kata pak JK, ia mengingatkan ini memilih Presiden untuk 240 juta rakyat itu bukan perkara uji coba bukan perkara apa semaunya tidak ada nilai dan sebagainya," katanya.

Load More