/
Selasa, 01 November 2022 | 08:15 WIB
Suasana setelah tragedi Itaewon (YONHAP NEWS)

Depok.suara.com - Kementerian Pendidikan Korea melaporkan siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas menjadi korban tragedi Itaewon. Kementerian juga melaporkan bahwa tiga guru tewas dalam tragedi itu.

Menurut laporan berita, siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas termasuk di antara mereka yang tewas dalam gelombang massa di Itaewon, yang mengakibatkan kematian 154 orang dan melukai 149 lainnya.

Pada 31 Oktober, Kementerian Pendidikan menyatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi satu siswa Sekolah Menengah Pertama dan lima siswa Sekolah Menengah Atas yang tewas dalam tragedi itu. Kementerian lebih lanjut melaporkan bahwa tiga guru juga tewas.

Kementerian juga melaporkan bahwa lima siswa terluka, empat dari kota Seoul dan satu siswa dari provinsi Chungnam.

"Dari 11 remaja yang dilaporkan tewas, kami mengidentifikasi enam di antaranya adalah pelajar.  Ada korban lain yang belum teridentifikasi, tapi kami tidak yakin mereka adalah mahasiswa." kata perwakilan dari Kementerian Pendidikan

Kementerian Pendidikan telah mengadakan pertemuan darurat untuk membahas dukungan psikiatri bagi siswa dalam menanggapi tragedi itu. Kota Seoul telah setuju untuk bekerja sama dengan kementerian untuk memberikan dukungan psikiatris bagi siswa, sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk membawa keselamatan dan keamanan ke sekolah.

Kementerian mengumumkan bahwa sekolah akan menurunkan bendera Korea setengah tiang, dan siswa akan diizinkan untuk memakai pita dan berpartisipasi dalam upaya berkabung atas tragedi selama masa berkabung, yang diumumkan oleh Presiden Yoon Seok Yul. Masa berkabung akan berakhir pada 5 November. 

Mahasiswa yang terkena dampak tragedi tersebut akan ditugaskan sebagai pegawai negeri sipil yang akan membantu mengalokasikan sumber daya dan dukungan untuk mahasiswa dan keluarga mereka.

Kantor Pendidikan Metropolitan Seoul juga akan mengadakan acara peringatan bagi para korban tragedi hingga 5 November untuk mengenang insiden tersebut.*

Baca Juga: Saksi Mata Tragedi Itaewon Ungkap Bencana Sudah Memilili Gejala Awal yang Cukup dan Seharusnya Dapat Dicegah

Sumber: Koreaboo

Load More