Depok.suara.com - Kementerian Pendidikan Korea melaporkan siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas menjadi korban tragedi Itaewon. Kementerian juga melaporkan bahwa tiga guru tewas dalam tragedi itu.
Menurut laporan berita, siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas termasuk di antara mereka yang tewas dalam gelombang massa di Itaewon, yang mengakibatkan kematian 154 orang dan melukai 149 lainnya.
Pada 31 Oktober, Kementerian Pendidikan menyatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi satu siswa Sekolah Menengah Pertama dan lima siswa Sekolah Menengah Atas yang tewas dalam tragedi itu. Kementerian lebih lanjut melaporkan bahwa tiga guru juga tewas.
Kementerian juga melaporkan bahwa lima siswa terluka, empat dari kota Seoul dan satu siswa dari provinsi Chungnam.
"Dari 11 remaja yang dilaporkan tewas, kami mengidentifikasi enam di antaranya adalah pelajar. Ada korban lain yang belum teridentifikasi, tapi kami tidak yakin mereka adalah mahasiswa." kata perwakilan dari Kementerian Pendidikan
Kementerian Pendidikan telah mengadakan pertemuan darurat untuk membahas dukungan psikiatri bagi siswa dalam menanggapi tragedi itu. Kota Seoul telah setuju untuk bekerja sama dengan kementerian untuk memberikan dukungan psikiatris bagi siswa, sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk membawa keselamatan dan keamanan ke sekolah.
Kementerian mengumumkan bahwa sekolah akan menurunkan bendera Korea setengah tiang, dan siswa akan diizinkan untuk memakai pita dan berpartisipasi dalam upaya berkabung atas tragedi selama masa berkabung, yang diumumkan oleh Presiden Yoon Seok Yul. Masa berkabung akan berakhir pada 5 November.
Mahasiswa yang terkena dampak tragedi tersebut akan ditugaskan sebagai pegawai negeri sipil yang akan membantu mengalokasikan sumber daya dan dukungan untuk mahasiswa dan keluarga mereka.
Kantor Pendidikan Metropolitan Seoul juga akan mengadakan acara peringatan bagi para korban tragedi hingga 5 November untuk mengenang insiden tersebut.*
Sumber: Koreaboo
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Mau Penghasilan Pencari Ikan Meningkat, Prabowo Targetkan 1.386 Ribu Kampung Nelayan Tahun Ini
-
Penjualan PS5 Anjlok usai Harga Naik, Sony Pastikan PS6 Sudah Dalam Pengembangan
-
Bentuk Tim Khusus, Polda Lampung Buru Pelaku Penembakan Brigadir Arya Supena
-
Gentala Arasy, Simbol Kejayaan Islam Kebanggaan Negeri Sepucuk Jambi
-
Westlife Bolak-balik ke Indonesia, Apakah Riders-nya Bikin Pusing Promotor?
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
-
PSSI Kecam Kerusuhan Suporter Usai Laga Persipura vs Adhyaksa FC
-
NOC Berikan Penghargaan untuk 10 Pelaku Olahraga Salah Satunya Timnas Futsal Indonesia
-
Intip Peran Lee Jun Young di Reborn Rookie, Mantan Atlet yang Bertukar Jiwa