Depok.suara.com, Perwakilan Forum Alumni Depok mempertanyakan Dinas Pendidikan Kota Depok yang dianggap terlalu memaksakan kehendak untuk secepatnya melakukan relokasi SDN Pondokcina 1 ke sekolah lain.
"Ada apa sebenarnya dengan Dinas Pendidikan begitu kerasnya ingin merelokasi SDN Pondokcina , padahal dalam rapat paripurna 11 Nopember para dewan terkhusus komisi D meminta siswa tetap melaksanakan Kegiatan seperti biasa di SDN pocin dan akan dikawal 50 dewan," kata Karmila Sari.
Padahal, kata Karmila, dalam rapat Komisi D dengan Dinas Pendidikan dan orang tua siswa menghasilkan tiga poin dimana para siswa sudah mulai masuk seperti sediakala walaupun kondisinya memaksimalkan fasilitas yang ada.
Lebih lanjut Karmila mengatakan, pihaknya tidak menolak pembangunan mesjid raya, namun jangan melupakan pendidikan anak-anak yang harus dikorbankan dan membongkar Trotoar akses masuk SDN 01 Pondok Cina.
"Jika memang bangunan SDN Pondokcina 2 dianggap tidak layak lagi bagi 362 siswa atau akan dibangun mesjid raya maka disediakan lokasi baru SD Pondokcina 1," terangnya.
"Saya setuju untuk direlokasi dengan catatan siapkan dulu bangunan pengganti," sambungnya
Dia menambahkan jangan melakukan merger dengan sekolah lain dan terpisah-pisah. Pemerintah Kota Depok bertanggungjawab atas pendidikan anak-anak, dan Jangan lecehkan dunia pendidikan seperti ini.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Kota Depok, Wawang Buang, mengatakan pihaknya sempat mengirimkan surat pemberitahuan soal kegiatan belajar mengajar.
"Edaran itu menginformasikan pada pertengahan November murid SDN Pocin 1 mulai dipecah ke dua sekolah penampung," kata wawang.
Dalam surat tersebut tertulis pada 7-11 November, siswa kelas 1-6 SDN Pocin 1 belajar dari rumah (BDR). Pada pekan selanjutnya, para siswa SDN Pocin 1 akan menjalankan KBM di dua sekolah, yaitu SDN Pocin 3 dan SDN Pocin 5. Dalam surat tersebut dijelaskan juga, per 14 November 2022, siswa kelas 1, 2, dan 6 belajar di SDN Pocin 5.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Work-Life Balance Saat Ramadan: Tetap Produktif Tanpa Kehilangan Makna
-
Daftar Menu Sahur Mewah Masjid Kampus UGM Mulai 28 Februari hingga 10 Hari Terakhir Ramadan 2026
-
Statistik Ngeri 6 Pemain Asing Baru Bhayangkara FC, 'Meledak' di Super League!
-
DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
-
Mahasiswi asal Kepri Bersimbah Darah Dibacok Rekannya di UIN Suska Riau
-
5 Pilihan Makanan Instan untuk Sahur Anti-Ribet dan Hemat Waktu
-
Merasa Jenuh, Luna Maya Pastikan Suzzanna Jadi Satu-satunya Proyek Filmnya di 2026
-
Zakat Fitrah Tanpa Niat Apakah Sah? Begini Hukumnya serta Solusi Jika Lupa
-
Telin - IPification Luncurkan Telin Mobile Network Verification: Perkuat Keamanan Identitas Digital
-
5 Sepatu Jalan Kaki Sekelas New Balance Versi Brand Lokal, Kualitas Tak Kalah