/
Senin, 14 November 2022 | 16:51 WIB
Potret anggota DPRD Kota Depok yang jadi guru dadakan di SDN Pondokcina 1 (Depok/ah)

Depok.suara.com, Pasca terjadi polemik soal adanya rencana relokasi SDN Pondokcina 1, Jalan Margonda, Kecamatan Beji, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa menjadi terlantar lantaran tenaga pendidik tidak ada yang hadir pada hari ini Senin (14/11/2022). 

Padahal, sebelumnya sudah ada kesepakatan saat audiensi anggota Komisi D DPRD Depok dengan Kepala Dinas Pendidikan dan perwakilan orang tua siswa. 

Berdasarkan keputusan tersebut, salah satunya adalah hari ini siswa tetap belajar seperti biasa , namun kenyataannya tidak seperti itu. 

Akibat kejadian tersebut, orang tua siswa dan Anggota DPRD yang berada dilokasi menjadi guru dadakan bagi para siswa. 

Ecy Tuasikal, salah satu orang tua siswa, mengatakan, dirinya merasa heran dengan situasi tersebut, karena menurutnya kondisi seperti ini tidak sesuai dengan hasil pertemuan   dengan pihak DPRD dan Dinas Pendidikan. 

"Hari ini anak-anak kembali bersekolah, tetapi tidak ada satu pun guru yang hadir. Sehingga para orang tua berinisiatif mengajar," ucap Ecy kepada wartawan seperti dilansir Depoktoday. 

Orang tua siswa lainnya, Cici, mengungkapkan, sudah ada surat pemberitahuan mengenai KBM tatap muka di SDN Pondokcina 1.

Namun, ia bingung lantaran tak ada pengajar di sekolah ini. 

"Pagi subuh dapat surat kalau anak SD Pocin (Pondokcina-red) 1 tetap belajar di sekolah. Padahal kemarin, itu kita dapat surat edaran seperti lalu, kita dipecah ke dua SD," katanya.

Baca Juga: Bonceng Anak Pakai Sepeda, Emak-emak Dijambret Siang Bolong di Kalideres

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Rezky M Noor, yang mendatangi SDN Pondokcina 1 mengatakan bahwa dirinya meminta agar orang tua siswa tidak menyalahkan guru.

"Kami imbau orang tua jangan salahkan guru, mungkin mereka tidak mengajar karena ada instruksi pimpinan," katanya. 

Load More