/
Jum'at, 18 November 2022 | 09:47 WIB
Permintaan maaf akun Kharisma Jati. (bidik layar Facebook)

Depok.suara.com - Kharisma Jati yang merupakan komikus asal Yogyakarta mendapat kecaman publik usai cuitannya di akun Twitter pribadinya @KoProfilJati. Dirinya saat itu diduga melakukan penghinaan kepada Ibu Negara Iriana Jokowi.

Hal ini bermula dari cuitannya memposting foto Iriana Jokowi bersanding dengan Istri Presiden Korea, Kim Kun Hee. Tetapi dirinya juga menulis sebuah caption yang diduga melakukan penghinaan kepada Iriana Jokowi.

"Bi, tolong buatkan tamu kita minum,"
"Baik, Nyonya,"

Karena hal tersebut membuat warganet ramai-ramai mengecam dan menyebutnya sebagai bentuk penghinaan. Belakangan dirinya telah menghapus twitt tersebut karena diserang oleh warganet.

Namun, cuitannya kadung viral hingga memantik respons dua putra Jokowi Gibran Rakabuming Raka dan sang adik Kaesang Pangarep lewat Twitter masing-masing. Dirinya pun sempat menonaktifkan akun Twitternya.

Hingga kemudian muncul sebuah surat terbuka yang berisi permintaan maaf kepada keluarga Presiden Jokowi. Kali ini bukan di Twitter, namun di Facebook.

Facebook dengan akun bernama Kharisma Jati memberikan pernyataan lewat surat terbuka, yang intinya, ia meminta maaf kepada Presiden Jokowi dan Ibu Negara serta seluruh keluarga besar Kepresidenan.

Hanya saja, Kharisma Jati menyatakan, tidak ada sedikitpun permintaan maaf dirinya terhadap para pendukung fanatik rezim ini. Dan ia juga menyatakan, jika ada pihak yang hendak menuntut atas cuitannya, maka dirinya akan menerima dengan lapang dada atas segala hukuman yang adil dan setimpal.

Berikut isi surat terbuka dari Kharisma Jati sebagaimana dikutip Suara.com, pada Jumat (18/11/2022) pagi:

Baca Juga: Aktor Senior Rudy Salam Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun

"Surat Terbuka Permintaan Maaf Kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo berserta seluruh Keluarga Besar Kepresidenan.

Dengan ini saya, Kharisma Jati, meminta maaf kepada Keluarga Besar Presiden RI atas unggahan saya di media sosial yang menyinggung perasaan anggota keluarga Bapak Presiden Joko Widodo, termasuk kerabat; staf; dan pejabat di lingkungan kepresidenan.

Permintaan maaf ini saya nyatakan dengan tulus dari lubuk hati yang paling dalam, tanpa unsur keterpaksaan maupun kepura-puraan.

Dan jika dari pihak terkait bermaksud mengadakan tuntutan hukum maka saya akan menerima dengan lapang dada atas segala hukuman yang adil dan setimpal.

Namun tidak ada sedikitpun permintaan maaf saya terhadap para pendukung fanatik rezim ini, yang merasa bisa berbuat sesukanya sendiri tanpa mengindahkan moral dan etika, karena saya bukan penjilat; pembeo; maupun perundung, dan tidak sedikitpun saya membenarkan perbuatan semacam itu.

Framing, fitnah, dan ujaran kebencian yang mereka buat hanya mencerminkan arogansi dan kemunafikan mereka.

Load More