Depok.suara.com - Kabar duka datang setelah disebutkan Ki Joko Bodo meninggal dunia pada Selasa (22/11/2022) di usia 57 tahun. Sosok ini dahulu terkenal sebagai seorang paranormal tetapi belakangan lebih mendalami agama Islam.
Proses hijrah Ki Joko Bodo dituturkan oleh Putri ketiganya, Ayda Prasasti. Dia menjelaskan bahwa sang ayah telah bertaubat dan meninggalkan pekerjaannya sebagai paranormal sejak 2018.
Keseriusan Ki Joko Bodo untuk meninggalkan profesinya sebagai paranormal cukup terlihat. Salah satunya dengan rumahnya yang dahulu
sarat dengan aura mistis kini akan dirombak menjadi masjid.
Dahulu rumah tersebut diberikan nama
"Istana Wong Sintinx" dan memiliki luas 250 meter persegi di bilangan Jakarta Timur. Istana Ki Joko Bodo dilengkapi dengan dua candi yang kabarnya terbuat dari bebatuan Gunung Merapi.
Kabarnya, rumah itu menghabiskan biaya pembangunan hingga Rp25 miliar pada tahun 1995. Beredar kabar bahwa rumah Ki Joko Bodo itu dipakai untuk tempat perdukunan.
Tetapi kemudian, seiring dengan hijrahnya Ki Joko Bodo, Istana Wong Sintinx telah diwakafkan menjadi masjid.
"Rumahku sudah aku wakafkan untuk masjid yang di sana, yang buat praktik (dukun) dulu itu," kata Ki Joko Bodo dalam tayangan Selebrita Pagi, dikutip dari Matamata.com.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi