/
Selasa, 06 Desember 2022 | 10:33 WIB
Foto Kolase Kuat Maruf-Bharada E-Bripka Ricky Rizal (Suara.com/Rakha Arlyanto)

"Bahasa kamu sama dengan Ricky, ya kan, 'saya tidak tahu, tidak dengar'," singgung Hakim dengan nada tinggi.

Mendengar singgungan itu, Kuat lantas menjelaskan posisinya saat proses eksekusi terhadap Yosua tersebut, Ia mengaku hanya melihat kaki Yosua ketika terkapar di pinggir tangga rumah dinas Sambo itu.

"Sodara itu kan katanya tadi bilang berdiri sejajar (dengan Ricky)," cecar Hakim.

"Iya, tapi agak jauh sama Ricky," jelas Kuat.

Setelah mendengar jawaban tersebut
Hakim Wahyu lantas menyinggung kesaksian Bharada E yang mempraktikan posisi para terdakwa ketika penembakan Yosua tersebut terjadi.

Tetapi lagi-lagi, Kuat membantah melihat Sambo menembak Yosua meskipun ia berada di lokasi pemembakan itu. Namun Hakim menyebut bahwa Kuat Maruf dan Ricky Rizal buta dan tuli.

"Tadi sudah dipraktikkan sama saudara Richard. Beridirnya RE (Richard Eliezer sama RR (Ricky Rizal enggak jauh, tapi karena kalian buta, dan tuli, jadi saudara enggak denger dan enggak lihat, kan gitu yang saudara sampaikan," singguh Hakim.

"Tidak begitu Yang Mulia," timpal Kuat.

"Terus gimana," cecar Hakim.

Baca Juga: RKUHP Bakal Disahkan Hari Ini, Mahfud MD Sebut Pemerintah Antisipasi Gelombang Penolakan

"Kalo Pak Sambo nembak, mungkin. Kan saya udah ketutupan, tinggal liat kakinya saja kalau dari tempat saya," jelas Kuat.

"Bukan, pertanyaan saya, kapan saudara Sambo kapan nembak?" kata Hakim lagi.

"Saya enggak lihat Pak Sambo nembak," timpal Kuat.

"Iya, terserah saudara tapi faktanya saat ditanya soal penembakan oleh Anggota Polres Jaksel saudara bisa jawab dengan tuntas. Apa skenario itu, kan begitu," singgung Hakim.

Load More