/
Rabu, 14 Desember 2022 | 06:30 WIB
Vladimir Putin (Sumber Instagram/Vladimir Putin Official)

Depok.suara.com - Mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan negaranya sedang meningkatkan produksi senjata generasi baru untuk melindungi diri dari musuh di Eropa, Amerika Serikat, dan Australia.

"Kami meningkatkan produksi alat penghancur yang paling kuat. Termasuk yang berdasarkan prinsip-prinsip baru," kata Medvedev di aplikasi perpesanan Telegram yang dinukil dari ABC.

"Musuh kita tidak hanya menggali di provinsi Kyiv di Malorossiya asli kita," katanya, menggunakan istilah itu untuk menggambarkan wilayah Ukraina modern yang merupakan bagian dari Kekaisaran Rusia di bawah tsar.

Dia kemudian membuat tuduhan yang salah tentang kesetiaan Nazi di negara-negara Barat, termasuk Australia dan Selandia Baru.

"Di Eropa, Amerika Utara, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan banyak tempat lain yang berjanji setia kepada Nazi."

Medvedev, yang menjabat sebagai wakil kepala Dewan Keamanan Rusia, tidak memberikan rincian senjata tersebut. Namun sejak lama Presiden Vladimir Putin  berulang kali mengatakan bahwa Rusia telah mengembangkan senjata jenis baru.

Salah satunya senjata hipersonik, yang dirinya klaim dapat menghindari semua sistem pertahanan rudal yang ada. Sejak Putin mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, Medvedev  secara teratur menggunakan media sosial untuk menulis postingan yang semakin bombastis.

Dengan Moskow berada di belakang kaki dalam ofensifnya di Ukraina yang pro-Barat, kebuntuan militer telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Rusia dapat menggunakan persenjataan nuklirnya untuk mencapai terobosan militer.

Baca Juga: Nil Maizar: Dewa United Siap Lahir Batin Hadapi Persib Bandung

Load More