/
Rabu, 14 Desember 2022 | 15:35 WIB
Luka Modric (Instagram/Luka Modric)

Depok.suara.com - Pelatih Kroasia Zlatko Dalic menilai Luka Modric masih dapat bermain bagi tim nasional hingga turnamen Piala Eropa 2024 di Jerman. Luka Modric sendiri telah berusia 37 tahun pada Piala Dunia Qatar ini. 

Diketahui Kroasia telah kalah telak dari Argentina dengan skor 3-0 di Stadion Lusail pada hari Selasa. Namun Zlatko Dalic menilai ini bukan merupakan turnamem terakhir dari Luka Modric. 

"Mungkin ini adalah akhir dari generasi Piala Dunia, mereka telah mencapai usianya dan harus melihat apa yang terjadi pada 2026," kata Dalic.

"Kami memiliki tim yang hebat dan generasi ini akan mengakhiri karir mereka di Euro 2024. Kami generasi luar biasa yang mencapai dua semifinal."

Zlatko Dalic mengungkapkan masih ada beberapa pertandingan seperti Nations League pada Juni 2023 hingga nantinya masuk dalam turnamen Piala Eropa. Dia pun mengatakan berencana untuk tetap menjadi pelatih.

"Saya akan melanjutkan," katanya. "Kontrak saya sampai Kejuaraan Eropa 2024 dan dalam enam bulan kami memiliki Nations League, rencana saya adalah membawa Kroasia ke Euro 2024."

Dirinya juga perlu mempersiapkan satu pertandingan terakhir di Qatar melawan dalam perebutan juara ketiga. Pelatih berusia 56 tahun itu mengakui tidak akan mudah setelah kehilangan tempat di final Piala Dunia. 

"Kami harus bangkit kembali dan mencoba memenangkan perebutan tempat ketiga," katanya. 

"Kami memiliki kontrol yang baik selama 30 menit dan jujur saja gol pertama agak mencurigakan. Itu adalah sepak pojok menurut para pemain saya. Kedua gol itu agak terlalu murah dan terlalu mudah. Setelah gol kedua, itu sudah terjadi pada saat itu.

Baca Juga: Lowongan Kerja Tenaga Kesehatan di Singapura, Warga Indonesia Bisa Daftar?

"Ini adalah situasi yang sangat sulit untuk kembali. Saya mengatakan kepada mereka bahwa kami harus tetap menegakkan kepala. Kami bisa bangga dengan apa yang mereka capai dan sekarang kami harus berjuang untuk tempat ketiga. Itu tidak mudah hari ini dan para pemain sedih. Sangat sulit bagi mereka, mereka merasa bisa berbuat lebih banyak."

Load More