Depok.suara.com - GKR Wandasari atau Gusti Moeng yang merupakan Ketua Lembaga Adat Keraton Solo menunjukan kondisi bangunan di dalam Keraton Solo yang mulai rusak. Dirinya pun berharap bisa bertemu dengan Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka untuk membahas hal tersebut.
Diunggah dari Berita Surakarta, Gibran Rakabuming Raka mengaku telah beberapa kali mendiskusikan soal perbaikan Keraton. Walau hingga kini, jelas Gibran Rakabuming Raka belum ada kesepakatan antara pihak Pemkot dengan Kedaton.
"Saya tinggal nunggu arahan saja "Nih Gibran, silahkan dibangun." Saya selesaikan," tegasnya.
Gibran Rakabuming Raka menyatakan tidak pilih kasih untuk memperbaiki peninggalan sejarah. Apalagi bila ada dugaan Pemkot Solo hanya memperdulikan kondisi Keraton Mangkunegaran.
"Dari swasta bisa pemerintah bisa. Saya nunggu perintah dari beliau-beliau. Kalau diperintah jalan. Saya gak pilih kasih," jelas Gibran.
Walau begitu warganet mengaku masih ragu bila usaha dari Walikota Solo untuk memperbaiki Keraton Solo akan berdampak baik. Pasalnya dengan konflik yang ada saat ini kelak Keraton Solo hanya akan diperebutkan oleh pihak yang bertikai.
"Kalau sampai Walikota Gibran turun tangan membantu renovasi Keraton yang saat ini kelihatan kumuh, tapi nanti setelah selesai direnovasi dengan biaya miliaran dipakai tawuran lagi, ya percuma! Sudah pernah terjadi pintu gerbang Keraton didobrak karena dikunci pihak yang bertikai ya pasti rusak! Ada lagi kejadian "putri2" disekap dikunci di dalam enggak bisa keluar beberapa hari! Sebaliknya Walikota bersikap tegas, ciptakan dulu kerukunan di dalam, baru Keraton direnovasi sama2! Mending uang rakyat dipakai untuk perbaikan kampung!" jelas @djokoxxx
"Semua sisi harus bersatu, jangan bertikai untuk keraton," ucap @jhonyxxx
"Semoga pertikaian ahli waris keraton Pakubuwono Solo agar segera bisa diselesaikan secara kekeluargaan, damai tidak perlu ada yang menang atau kalah. Semuanya harus ikhlas mengalah demi kelestarian Keraton Pakubuwono kedepan," papar @benyxxx.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Kota Blitar Hari Ini, Jumat 27 Februari 2026
-
Kronologi Lengkap Kasus Ojek di Pandeglang: Dari Kecelakaan Maut Jalan Rusak Hingga Gugatan
-
3 Sunscreen Viva untuk Lindungi Wajah dari Flek Hitam, Cocok di Kantong Ibu Rumah Tangga
-
Ekonomi Digital RI Makin Gurih, Setoran Pajak Tembus Rp47,18 Triliun
-
Radio Tua Pak Rahman
-
PSSI Harus Bayar Denda Puluhan Juta ke AFC, Kok Bisa?
-
Koleksi Kendaraan Riva Siahaan: Eks Dirut Pertamina yang Terhindar dari Vonis 14 Tahun Bui
-
Sambut Ramadan 2026, Nussa dan Rarra Ajak Keluarga Indonesia Bersyukur Lewat Cerita 'Hujan'
-
Skandal Dana Hibah Pariwisata Sleman: Bawaslu Tegaskan 'Nihil Pelanggaran' di Pilkada 2020
-
Ayah Nizam Bocah yang Disiksa Ibu Tiri Diduga Terlibat: Dia Tahu, Tapi Membiarkan