Depok.suara.com - Publik dikejutkan dengan kebijakan Plt Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang menggantikan beberapa pejabat di Era Anies Baswedan. Banyak yang menduga ini menjadi upaya mengubah program Anies Baswedan.
Anies Baswedan juga ikut menyoroti soal pergantian mantan bawahannya tersebut. Dirinya sendiri memiliki standar bagi seseorang bila ingin diganti.
"Tapi kami untuk menggantikan seseorang itu misalnya masa tugasnya selesai, dia tidak loyal pada misi bukan pada anies, bila deliver pekerjaan. Kalau tidak masuk dalam kategori ini tidak diganti," tegasnya.
Bagi Anies Baswedan bila seseorang telah diangkat oleh pemimpin sebelumnya tidak harus diganti. Apalagi bila orang tersebut sudah berkarier lama.
Walau begitu dirinya mengaku tidak ingin mengurusi kebijakan dari pemimpin DKI Jakarta saat ini. Dirinya hanya bisa menghormati setiap keputusan yang dilakukan.
"Hormati saja, biarkan publik, pemilik Jakarta yang merespon yang sekaran mengurus Jakarta. Saya tidak punya kewenangan lagi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Programnya Gunakan Akal Sehat, Anies Tak Khawatir Isu Deaniesisasi: Diubah yang Marah adalah Publik!
-
'Omongannya Kayak Orang Ngelantur, Sesuai Pesanan' Fahri Hamzah Dikiritik Habis-habisan Usai Serang Anies Baswedan
-
Addie MS Diserang Usai Sentil Truk Molen Jeblos, Guntur Romli Pasang Badan: Sumur Konyol Bikin Masalah
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Menangkap Matahari Mengubahnya Jadi Listrik, Kisah Masjid Mujahidin Menuju Energi Bersih
-
Film Monster Pabrik Rambut: Teror Horor Tanpa Setan, Ancam Rachel Amanda hingga Iqbaal Ramadhan
-
Ditahan Dewa United, Persib Terancam! Borneo FC Tempel Ketat, Perebutan Juara Semakin Panas
-
Gus Ipul Apresiasi Komitmen Pemprov Sulteng dalam Pengembangan Sekolah Rakyat
-
Daur Ulang Air Wudhu hingga Panel Surya, Jejak Kampus Muhammadiyah Menuju Transisi Energi
-
Janin Dikubur di Rumah Pelaku: Sisi Gelap Guru Silat di Waringinkurung dan Istrinya Terungkap
-
Rudal Iran Hancurkan 1.000 Rumah Tel Aviv Hingga Tak Layak Huni
-
Dari Penjaga Fast Food, Kisah Syahriyadi Sosok di Balik Viral 'P P Apa' yang Mendunia
-
Baleg DPR Sepakat RUU PPRT Dibawa ke Paripurna untuk Disahkan
-
Irvian Bobby Sultan Kemnaker Sebut Noel Minta Rp3 Miliar Pakai Kode '3 Meter'