Depok.suara.com - Bersama Rider MotoGP Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Selasa (17/1/2023) resmi merilis motor skutik Grand Filano Hybrid-Connected di Jakarta Selatan.
"Kami optimis kehadiran Grand Filano Hybrid-Connected bakal direspon oleh konsumen dan berpotensi jadi trend setter," kata Dyonisius Beti, petinggi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), lewat rilisan kepada media, Selasa (17/1/2023).
Yamaha Grand Filano Hybrid-Connected hadirkan skutik dengan aura retro moderen. Targetnya menyasar kaum urban dengan konsep ala skutik ekslusif dari benua Eropa.
Yamaha percaya diri hadirnya Grand Filano Hybrid-Connected yang mendapuk fitur terkini khas Yamaha,
panel instrumen LCD, pencahayaan LED, charger ponsel, hingga instalasi start stop system (SSS) dan didukung smart keyless.
Tidak ketingalan tersedianya bagasi besar kapasitas 27 liter.
Soal mesin Yamaha Grand Filano Hybrid-Conected dibekali mesin hybrid 125 cc, Inilah salah satu unggulan yang diusung hingga berbeda dengan skutik dari pabrikan lain.
Skutik terbaru Yamaha Grand Filano Hybrid-Connected adalah model global, untuk tipe yang diluncurkan di Indonesia adalah tipe LUX dan Neo.
Hybrid-Connected LUX tersedia dua pilihan warna, yakni LUX White Pearl dan LUX Matte Blue, bisa didapatkan konsumen dengan harga Rp 27,5juta OTR Jakarta.
Tipe lainnya NEO, ada empat pilihan warna, mulai dari NEO Dull Blue, NEO Red, NEO Beige, hingga NEO Black yang dibandrol dengan harga Rp 27juta OTR Jakarta.
Baca Juga: Anak Mendiang Ustaz Uje Dihujat Gara-gara Cium Anjing, Begini Tanggapan Bijak Umi Pipik
Semua model Yamaha Grand Filano Hybrid-Connected sudah dilengkapi fitur Smart Key System, dan One Push Start yang mudah diaktifkan bagi kalangan milenial. Serta tidak ketinggalan teknologi Y-Connect yang menjadi keunggulan pabilkan garputala.
Diluncurkannya Yamaha Grand Filano Hybrid-Connected hari ini, direspon sinis kalangan netizen.
Dikutip dari laman Instagram @iwanbanaranblog, netizen bereaksi mulai dari harganya kemahalan hingga membandingkan dengan pabrikan sebelah Honda Scoopy.
Akun @rivalprotonema, "Yamaha.....ahhh jelas susah cash dan diutamakan yg kredit."
Dilaman yang sama akun @mujiono2_436, "Dengan harga segitu konsumen tetap pilih scoopy."
Sedangkan akun @bambangjametriady berkomentar, "Jadi pilih scoopy yg laris manis 24jt tapi dapat mesin beat 110cc atau ini 27jtan dapet mesin 125cc dan fitur fiturnya." ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Pakai Mesin Pajero Sport Versi Simpel, Mobil Ramah Biosolar Harga 60 Jutaan Ini Layakkah Dipinang?
-
Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global
-
Profil Timnas Afrika Selatan: Comeback Usai 16 Tahun, Bafana Bafana Siap Guncang Panggung Global
-
Petani Jogja Makin Terjepit! Biaya Angkut dan Karung Mahal Gegara BBM Naik, Kesejahteraan Merosot
-
Jual Video Asusila via Telegram, Pasangan Muda di Kediri Ditangkap Polisi
-
Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang
-
Pemprov Kaltim Klarifikasi Perihal Heboh Anggaran Laundry Gubernur Senilai Rp450 Juta
-
Piala Dunia 2026 Terapkan Protokol Cuaca Ekstrem, Laga Dihentikan Jika Ada Petir
-
Daftar Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Ibu Hamil
-
Badai PHK Hantui Industri Tekstil hingga Plastik, Menperin: Bukan Hanya di Indonesia